Polda Jatim Selidiki Dalang Jaringan Kerusuhan Demonstrasi Surabaya
SR, Surabaya – Polda Jawa Timur bersama jajaran Polrestabes masih terus mendalami jaringan massa perusuh yang bertindak anarkis di aksi demonstrasi Surabaya pada 29-31 Agustus 2025.
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast menyebut, hingga saat ini pihaknya masih menelusuri sumber kerusuhan. Apakah aksi anarkis ini terstruktur atau sekadar ekspresi kemarahan spontan warga.
“Saat ini Polres dan Polda akan terus mendalami, apakah ini diciptakan atau massa yang timbul spontan. Sementara ini memang ada dugaan upaya oleh kelompok yang berusaha menciptakan kerusuhan, karena itu kita bedakan pengunjuk rasa dan perusuh,” ujarnya dalam konferensi pers Jumat (5/9/2025).
Terlebih dampak yang ditimbulkan sangat banyak. 2 gedung cagar budaya rusak, 29 poslantas terbakar, serta total 15 aparat kepolisian mengalami luka ringan hingga berat saat mengamankan aksi di Mapolrestabes Surabaya dan Gedung Negara Grahadi.

“Kami sudah dapat info dari CCTV, rekan media, medsos. Ini jadi bahan kami untuk mengungkap siapa yang berusaha mengacaukan situasi damai di Jatim,” tuturnya.
Ditanya terkait motif pelaku, pihaknya menerangkan, sebagian tersangka mengaku terpengaruh provokasi di media sosial. Namun pihaknya akan terus menelusuri sumber kerusuhan, sebab ditemukan pola serupa di berbagai wilayah.
“Terkait dengan motif pelaku, ada sebagian yang mengaku diajak terpengaruh provokasi di media sosial. Di beberapa Polres kami menemukan aksi serupa, kelompok yang melakukan aksi serupa, di Tulungagung kami menemukan hal yang sama, kelompok kecil yang berupaya melakukan pembakaran di polres kediri kota,” ucapnya.
“Khusus untuk para pelaku yang dewasa ada berbagai macam pekerjaan, status, diantaranya swasta, wiraswasta, ada juga yang pengangguran. Tapi ada yang mahasiswa, ada yang berstatus pelajar,” imbuhnya.
Pihaknya juga menggandeng berbagai elemen masyarakat. Termasuk ormas, TNI, tokoh agama, ulama, oemerintah daerah, hingga pemenrintah provinsi Jatim untuk mengusut tuntas dalang kerusuhan. Menjaga keamanan dan kestabilan kondisi Jawa Timur.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, jangan mudah terpengaruh oleh info yang tersebar di media sosial. Bersama menjaga Jawa Timur. “Kami mohon dukungan masyarakat. Upaya ini kami lakukan untuk menjamin stabilitas situasi jatim, sampai hari ini menurut data yang kami dapat dari polres jajaran relatif kondusif,” tandasnya. (hk/red)
Tags: Dalang, Demonstrasi, kerusuhan, Polda Jatim, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





