Perbaikan Jalan Ambles di Ruas Jalan Trunojoyo Kota Batu

Yovie Wicaksono - 19 February 2021
PU Bina Marga Jatim saat lakukan perbaikan jalan ambles di ruas uas Jalan Trunojoyo (Batu) Km M.lang 22+250. Foto : (DPU Bina Marga)

SR, Batu – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Malang, telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna menangani ruas Jalan Trunojoyo (Batu) Km M.lang 22+250 yang mengalami ambles, pada Minggu (14/2/2021) malam lalu.

Kepala Bidang Pemeliharaan DPU Bina Marga Jawa Timur, Marijatoel Kittijah mengatakan, Dinas PU sudah melakukan langkah perbaikan jalan ambles tersebut yaitu dengan cara menutup retakan jalan yang ambles, melakukan normalisasi saluran, dan perbaikan permukaan perkerasan. 

Adapun estimasi waktu perbaikannya adalah satu minggu sejak 15 Februari 2021, yang akan dikerjakan oleh UPT PJJ Malang.

“Langkah antisipasi darurat sudah kami lakukan, yaitu meratakan level permukaan jalan dengan hotmix oleh UPT PJJ Malang, beserta normalisasi saluran dan penutupan retakan,” ujarnya, Jumat (19/2/2021).

Selain langkah tersebut, pihaknya juga akan membuat sumur pelega atau relief well, yang diperkirakan selesai dalam waktu satu bulan. Kemudian, Bidang Bina Teknik DPU Bina Marga juga segera membahas perencanaan yang komprehensif dengan pihak yang berkompeten untuk penanganan jalan ambles ini.

Ketty menambahkan, sejumlah langkah itu merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi DPU Bina Marga Jatim bersama para stakeholder, yakni BPBD Prov. Jatim, Dinas Perhubungan Prov. Jatim, BPBD Kota Batu, Dishub Kota Batu, Dinas PUPR Kota Batu, Polres Kota Batu, Perhutani BKPH Pujon Selatan dan Punter, dan Kades Songgokerto, pada Senin (15/2/2021) lalu.

Dalam rapat itu, disepakati bahwa penanganan lalu lintas oleh Dishub Prov. Jatim, Dishub Kota Batu, dan Polres Kota Batu adalah membatasi tonase kendaraan yang lewat dengan JBB (jumlah berat yang diperbolehkan) 14 ton, filterisasi kendaraan angkutan berat yang akan melewati jalan ini dengan sosialisasi dan pemberitahuan secara massif.

Kemudian, melakukan monitoring dan pengawasan pelaksanaan pengaturan lalu lintas, serta berkoordinasi terkait pengaturan lalu lintas yang bersinggungan dengan wilayah Kabupaten Malang. Adapun toleransi hanya diberikan untuk angkutan lokal.

“Yang tidak kalah penting, apabila terjadi hujan intensitas tinggi selama 1 jam tanpa henti, lalu lintas akan ditutup total oleh Polresta Batu dan Dishub Kota Batu. Adapun pelaksanaan efektifnya pengaturan lalu lintas sejak tanggal 16 Februari 2021,” ujar Ketty.

Ditambahkannya, dalam rapat tersebut juga disepakati bahwa evakuasi dan penyelamatan masyarakat akan segera dilakukan, khususnya bagi yang rumahnya berada di sekitar jalan yang secara visual mengalami retakan yang membahayakan.

“Sedangkan evakuasi dalam skala lebih luas berdasarkan rekomendasi teknis dari BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kota Batu, membutuhkan waktu 2 – 3 hari, paling lambat tanggal 18 Februari 2021 setelah dilaksanakan uji mikroseismik,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.