Pemkot Surabaya Launching 17 Kampung Madani dan 2 Kampung Pancasila

Yovie Wicaksono - 28 November 2023

SR, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melaunching 17 Kampung Madani dan 2 Kampung Pancasila di Jalan Gayungan VI, Surabaya, Selasa (28/11/2023).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, peresmian Kampung Madani ini bertujuan untuk membentuk pemberdayaan masyarakat mustahiq (fakir miskin atau penerima zakat). Melalui terobosan tersebut Pemkot menargetkan seluruh kampung di Kota Pahlawan menjadi kampung madani pada 2026 mendatang.

“Dari sinilah kita membangun kekuatan Kampung Madani ini, kampung peradaban. Madani artinya peradaban. Peradaban dalam menjalani dan membangun hidupnya, dalam artian lainnya adalah kemandirian di bidang ekonomi, sosial dan semua bidang dalam kehidupan masyarakat,” kata Eri.

Menurut Eri, di Kota Surabaya Kampung Madani ada empat kuadran yang menjadi pedoman penerapan Kampung Madani dan Kampung Pancasila. Kuadran Pertama adalah kampung atau RW yang mampu menggerakkan gotong royong potensi warganya untuk menyelesaikan permasalahan sosial ekonomi warganya, baik stunting, gizi buruk, anak putus sekolah, dan pengangguran serta masalah sosial lainnya.

Kuadran kedua adalah kampung yang mampu menyelesaikan semuanya, sehingga semua permasalahan menjadi zero di wilayah kampungnya tersebut. Kuadran ketiga adalah semua permasalahan di kampung itu selesai, sehingga RW atau kampung itu mampu membantu kampung lainnya di wilayah kelurahan tersebut. Lalu kuadran keempat adalah kampung yang mampu menyelesaikan permasalahan di kampungnya, di kelurahannya dan bahkan mampu membantu warga di kelurahan lainnya.

“Selain itu, Kampung Pancasila adalah kampung yang bisa membantu kelurahan lainnya, karena di RW nya sendiri sudah selesai dan juga sudah bisa membantu RW lainnya. Bahkan ini juga bisa membantu warga di kelurahan lainnya,” ujar Eri

Eri juga menegaskan, ketika 17 kampung ini sudah berjalan, maka nantinya ke depannya mereka-mereka ini akan menjadi mentor di kampung-kampung yang lainnya. Bahkan, ia menargetkan semua kampung di Surabaya pada tahun 2025 akhir atau awal tahun 2026 sudah harus terbentuk Kampung Madani semuanya beserta Kampung Pancasilanya.

“Insyaallah, dengan kekuatan Kampung Madaninya, di tahun 2026 tidak ada lagi warga yang ber-KTP Surabaya menerima bantuan dari tempat lainnya, selain bantuan dari warga Surabaya sendiri. Tentunya dengan catatan, setelah diberikan bantuan maka orang tersebut harus bisa mendapatkan pekerjaan dengan sistem padat karya atau dengan modal lainnya, sehingga ke depannya dia menjadi pemberi zakat, bukan lagi penerima zakat,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, ada sebanyak 17 Kampung Madani yang diresmikan kali ini, dua diantaranya sudah masuk ke Kampung Pancasila atau sudah masuk kuadran empat.

“Sebelumnya pembentukan Kampung Madani ini, sudah ada beberapa tahapan yang dilakukan, termasuk berkoordinasi dengan sejumlah perguruan tinggi dan perbankan,” kata Eddy.

Ia mengaku dari hasil verifikasi bersama bagian Pemerintahan dan seluruh camat di Kota Surabaya, setelah 17 Kampung Madani ini, akan menyusul sebanyak 407 kampung. “Dari 407 kampung itu, ada 118 kampung yang sudah zero stunting, zero pengangguran, dan juga zero gizi buruk,” tandas Eddy. (ag/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.