Pemkot Surabaya Beri Penghargaan KAS-RPA kepada 19 Kampung

Yovie Wicaksono - 26 November 2023

SR, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan penghargaan kepada 19 kampung yang berhasil menjadi kampung responsif menangani masalah perempuan dan anak.

Penghargaan bertajuk “Communal Branding Festival dan Awarding Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KAS-RPA)” ini diberikan secara langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi kepada para pemenang di Taman Surya, Balai Kota, Sabtu (25/11/2023) malam.

Ada tujuh kategori penghargaan yang diberikan kepada kampung pemenang Awarding KAS-RPA, diantaranya Kampung Belajar, Kampung Sehat, Kampung Asuh, Kampung Aman, Kampung Produktif, Roadshow dan Best of The Best.

Eri Cahyadi mengatakan, adanya kampung-kampung ini diharapkan Surabaya bisa menjadi kota yang memiliki rasa gotong royong tinggi. “Adanya kampung ramah perempuan dan anak ini, maka kita akan memiliki calon-calon pemimpin yang mempunyai rasa cinta dan kasih di masa akan datang. Kalau anak sudah dididik sejak awal dan diberi kesempatan bicara dan mengeluarkan ekspresinya, maka akan tumbuh menjadi luar biasa,” kata Eri.

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi oleh warga Surabaya itu ingin, KAS-RPA tidak hanya selesai sampai di sini. Dia berpesan kepada seluruh jajaran di pemkot dan warga Kota Surabaya, agar kegiatan ini digerakkan secara berkelanjutan demi mewujudkan generasi emas di tahun 2045.

Selain itu, Cak Eri juga menginginkan, Surabaya benar-benar menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak. “Saya berharap ini, (KAS-RPA) terus menggelora, sehingga di kampung-kampung lainnya akan muncul hal yang sama. Saya selalu mengatakan, apalah artinya kita memiliki harta dan jabatan yang tinggi, tetapi keluarga dan anak kita hancur tidak memiliki masa depan,” ujarnya.

Cak Eri mengungkapkan, rasa gotong royong dan antusiasme warga dan semua elemen yang terlibat dalam kegiatan KAS-RPA tahun ini sangat luar biasa. “Saya turut bangga dengan anak-anak Kota Surabaya yang saat ini berani dalam menyuarakan hak-haknya di Kota Surabaya,” ungkapnya.

Adapun kampung – kampung yang mendapatkan penghargaan pada Awarding KAS-RPA kategori Best of The Best malam ini adalah RW 5 Kelurahan Balongsari, Kecamatan Tandes. Sedangkan Kategori Kampung Belajar, juara pertamanya diraih oleh RW 6 Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir. Juara duanya, diraih oleh RW 3 Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, sedangkan juara tiga oleh RW 1 Kelurahan Gebang Putih, Kecamatan Sukolilo.

Lalu di kategori Kampung Sehat, juara satunya diraih oleh RW 1 Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, kedua diraih oleh RW 2 Kelurahan Sumur Welut, Kecamatan Lakarsantri, dan ketiganya diraih oleh RW 6 Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir. Sementara itu, pemenang juara satu kategori Kampung Asuh disabet oleh RW 5 Kelurahan Balongsari, Kecamatan Tandes, juaranya diraih oleh RW 3 Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, dan yang ketiga diraih RW 8 Kelurahan Kapasan, Kecamatan Simokerto.

Masing-masing pemenang tak hanya mendapatkan trophy, Pemkot Surabaya turut memberikan reward bagi kampung-kampung tersebut. Bagi kampung kategori Best of The Best mendapatkan Rp 15 juta, juara pertama di setiap kategori mendapatkan Rp 5 juta, juara kedua mendapatkan 3 juta, dan juara tiga mendapatkan Rp 1,75 juta. Tak hanya itu, pemenang kategori Roadshow turut mendapatkan reward, juara pertamanya mendapatkan Rp 2 juta, juara dua 1,5 juta, dan juara tiga mendapatkan Rp 1 juta.

Cak Eri menambahkan, kampung-kampung yang berhasil mendapatkan penghargaan di tahun ini sudah tidak diperbolehkan untuk ikut lomba KAS-RPA selanjutnya. Karena, kampung yang memenangkan awarding kali ini akan menjadi mentor bagi kampung-kampung lain di Kota Pahlawan.

Tidak hanya menggerakkan kampung yang aman, nyaman, serta ramah bagi perempuan dan anak. Akan tetapi dia juga ingin, kampung pemenang kategori Best of The Best ini bisa meningkatkan pemberdayaan ekonomi dengan melibatkan perempuan di Kota Surabaya.

“Secara otomatis, kalau mereka menjadi mentor maka kampung tersebut akan mempertahankan yang sudah ada, atau bahkan akan terus meningkatkan kualitasnya, karena mereka menjadi contoh bagi kampung lainnya. Jadi, ini dari warga Surabaya, ya untuk warga Surabaya,” tandasnya.

Sekadar informasi, program ini digerakkan Pemkot Surabaya bersama UNICEF dan Bappenas RI yang ditandai dengan Penandatanganan Rencana Kerja Tahunan (RKT) tentang Pemenuhan Konvensi Hak Anak untuk Program CFCI (Child Friendly Cities Initiative). Program ini bertujuan untuk mewujudkan lingkungan yang ramah perempuan dan anak di Kota Surabaya. (ag/red)

Tags: ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.