Pemerintah Terus Pantau Sejumlah Klaster Baru Pascalibur Lebaran

Yovie Wicaksono - 24 May 2021
Ilustrasi.

SR, Jakarta – Pemerintah terus memonitor kegiatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di beberapa tempat yang terdapat sejumlah klaster baru pasca-Ramadan dan Idulfitri, seperti klaster tarawih di Pati, Banyumas, Banyuwangi, dan Malang, klaster pemudik di Klaten, Cianjur, dan Garut, klaster halalbihalal di Cilangkap, serta pelaku perjalanan di perumahan di Bogor.

Selain itu, pemerintah juga memperhatikan kasus klaster kapal di Cilacap di mana di sana ABK-nya tercatat positif dan sebagian telah sembuh. Namun, ada 14 ABK yang terkena varian B.1.617.

“Arahan Bapak Presiden bahwa untuk kapal dan pelabuhan diprioritaskan dilakukan vaksinasi. Khusus untuk kapal yang pernah atau berasal dari India untuk dilakukan isolasi di kapal selama 14 hari. Jadi artinya kita isolasi langsung di kapal bagi barang atau kargo yang pernah masuk India,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, Jakarta, Senin (24/5/2021).

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga memaparkan hasil tes acak terhadap pelaku perjalanan di Jawa menuju Jakarta. Mereka yang diperiksa melalui tes cepat antigen di sejumlah titik penyekatan ada 156.162 orang di mana 1.064 orang atau 0,6 persen di antaranya terdeteksi positif. 

Sementara itu, dari 340.047 orang yang diperiksa dengan menggunakan GeNose, 6.925 orang atau 2 persen diantaranya terdeteksi positif.

“Kemudian mandatory check dari Sumatera ke Jawa ini yang diperiksa dengan RT antigen 59.967 orang, positif 532 orang atau 0,89 persen. Oleh karena itu tadi dibahas dan diusulkan perpanjangan mandatory check dari Pelabuhan Bakauheni atau dari Sumatera diperpanjang sampai 31 Mei karena yang kembali ke Jakarta baru 59.967. Sedangkan yang kemarin keluar dari Jawa masuk Sumatera lebih dari 400 ribu. Jadi ini akan dilanjutkan sampai 31 Mei,” bebernya.

Adapun terkait perkembangan vaksinasi, Airlangga menyebut bahwa pemerintah akan kembali mendatangkan bahan baku vaksin dari Sinovac esok hari. Dengan demikian, total vaksin yang diterima pemerintah telah mencapai 83,9 juta dosis.

“Kita sudah melakukan vaksinasi 24,81 juta. Tahap pertama 14,93 dan tahap kedua 9,88 juta. Selanjutnya akan tiba besok sebanyak 8 juta dosis bulk vaccine Sinovac sehingga total vaksin yang sudah kita terima adalah 83,9 juta dosis,” tandasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.