Pemerintah Sudah Kirimkan Bantuan Bagi Korban Bencana Gempa Ambon

Yovie Wicaksono - 4 October 2019
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto. Foto : (Super Radio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, pemerintah pusat sudah mengirimkan bantuan untuk para korban bencana alam gempa bumi di Ambon, Maluku, berupa dana senilai Rp 1 miliar hingga kebutuhan bagi para pengungsi.

“Beberapa waktu lalu saya telah mengumpulkan para menteri, kepala lembaga terkait tentang masalah bencana, termasuk Kepala BNPB, Pak Doni Monardo, yang atas perintah Presiden kita harus segera melakukan aksi untuk membantu meringankan beban para penderita yang terkena bencana gempa bumi di Maluku. Dari hasil koordinasi para menteri dan para kepala lembaga, maka sudah dapat dikirimkan bantuan dari pusat, baik dari BNPB berupa dana segar Rp 1 miliar lebih, kemudian ditambah tenda-tenda, kebutuhan pengungsi, ada selimut, ada pakaian, ada generator, ada tenda-tenda untuk RS dan sebagainya,” ujar Wiranto usai bertemu dengan para tokoh masyarakat Maluku di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Selain itu, Menteri Sosial juga telah mengirimkan bantuan logistik untuk para pengungsi dan juga sudah menyampaikan bantuan untuk yang meninggal yakni 30 orang kali Rp 15 juta, serta bantuan-bantuan seperti beras. Meski begitu, menurut Wiranto, pemerintah masih perlu menggali hal-hal lain dari Maluku.

Dalam kesempatan itu, Wiranto juga menyampaikan penjelasan mengenai masalah pengungsi dan mendapatkan tanggapan yang cukup ramai di media sosial. Dikatakan, kalau ada ucapan atau kalimat-kalimat yang disampaikan namun dirasa mengganggu perasaan masyarakat di Maluku atau menyakiti hati dan sebagainya, dipastikan bukan karena sengaja untuk menyakiti hati atau menyinggung perasaan masyarakat Maluku.

“Tapi apabila ada yang tersinggung, ada yang sakit hati, secara resmi tulus saya minta dimaafkan,” kata Wiranto.

Menurut mantan Panglima ABRI ini, sekarang yang terpenting adalah fokus pada bagaimana untuk melakukan aksi-aksi membantu masyarakat yang terdampak bencana di Maluku. Dari laporan yang diterima, masih ada masyarakat yang terdampak bencana tinggal di hutan dan di gunung, karena ada rasa takut terhadap adanya tsunami ataupun gempa susulan yang sangat dahsyat. Padahal tidak ada informasi dari laporan-laporan lembaga-lembaga resmi  yang terkait masalah antisipasi gempa bumi.

“Sehingga kewajiban kita untuk memberikan sosialisasi, penjelasan kepada masyarakat untuk bisa kembali ke rumah masing-masing. Karena tempat pengungsian, tempat yang jauh dari pemukiman, jaminan kesehatan, higienis, penyakit menular, sanitasi itu menjadi problem yang sangat besar yang bisa menyebabkan satu hal yang lebih sulit lagi untuk para pengungsi itu,” kata Wiranto.

Tokoh Maluku, Letjen TNI (Purn) Suaedy Marasabessy mengapresiasi tindakan Menko Polhukam yang dengan tulus hati mau meminta maaf kepada masyarakat Maluku. Dikatakan bahwa hal ini di luar ekspektasinya.

“Jujur saya katakan, apa yang kami harapkan, ekspektasi kami ternyata direspon oleh Pak Wiranto melebihi apa yang kami harapkan. Tadinya kami berharap Pak Wiranto tidak perlu minta maaf, karena apa yang dikatakan oleh beliau adalah merespon informasi yang beliau terima hari itu, tetapi karena ada tanggapan masyarakat yang berpotensi mengeruhkan suasana sosial, baik di Maluku maupun terhadap pemerintah pusat, beliau dengan besar hati telah menyampaikan permohonan maaf apabila kalimat yang beliau sampaikan menyinggung beberapa pihak,” kata Suaedy.

Ia pun berharap agar ada tindak lanjut dari apa yang sekarang terjadi di Maluku, yakni berupa bantuan-bantuan yang harus segera dikerahkan oleh pemerintah pusat, sehingga akibat dari bencana ini dapat segera dinetralisir. Dikatakan, memang kondisi gempa di Maluku ini cukup tersebar apabila dibandingkan dengan gempa Palu misalnya terjadi hanya di beberapa titik. Menurutnya, yang terjadi di Maluku ini meliputi beberapa wilayah baik Pulau Ambon, Maluku, Saparua, dan Seram bagian Timur maupun bagian Selatan, kemudian disertai gempa susulan yang dikhawatirkan akan menimbulkan bencana tsunami.

“Inilah yang kemudian menyebabkan ada sebaran pengungsi yang meliputi wilayah yang cukup luas dan ini memerlukan penanganan yang cukup segera. Kami berterima kasih kepada komitmen yang tadi disampaikan oleh Pak Wiranto akan ada tindakan segera untuk mengatasi persoalan-persoalan ini. Mudah-mudahan dengan tindakan-tindakan nyata yang akan dilakukan, katakanlah penderitaan masyarakat Maluku, terutama pengungsi dapat segera diselesaikan,” kata Suaedy.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut para tokoh Maluku yaitu Laksda TNI (Purn) Kris Kaihatu, Mayjen TNI (Purn) Rudi Huliselan, Kol Inf DR. Chairussani Abbas Sopamena, Ketua Pemuda Maluku Indonesia Roni Syauta, Wakil Ketua Pemuda Maluku Indonesia Bersatu Mochtar Marasabessy, Ketua Relawan Maluku For Jokowi Jemi Talakua, dan aktivis Gempar Sam Sangaji. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.