PDIP Jatim Siap Sematkan AI di Materi Ajar Politik bagi Kader Muda
SR, Surabaya – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur membuka lebar kesempatan untuk anak muda yang ingin mengenal politik dengan cara menyenangkan. Salah satunya lewat jenjang baru dalam sistem pendidikan politiknya yang disebut Kaderisasi Pra-Pratama.
Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Bambang Yuwono menyebut, program ini dirancang khusus menjadi pintu masuk bagi anak muda dan pengurus baru di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) dalam mengenal nilai-nilai dasar partai dengan cara yang lebih ringan.
Program tersebut, merupakan instruksi langsung dari DPP Partai untuk menyediakan kaderisasi tingkat pemula. “Nah, maka partai ini juga harus menyesuaikan. Itu sebabnya di internal PDI Perjuangan juga terus kita melakukan satu kegiatan-kegiatan yang menampung aspirasi anak muda,” tutur pria yang akrab disapa Logos, Minggu (12/4/2026).
Berbeda dengan jenjang Pratama, Madya, hingga Guru Kader yang sudah masuk ke area strategi kampanye dan kekuasaan. Logos menyebut, kaderisasi Pra-Pratama lebih fokus pada pengenalan dasar atau tahap “ngincipi” (mencicipi) nilai-nilai partai.
Materi yang diberikan pun sangat mendasar. Seperti pemahaman tentang apa itu partai politik, alasan mengapa seseorang perlu menjadi kader, serta nilai-nilai perjuangan yang harus dipegang.
“Dipastikan dengan reorganisasi kemarin yang kita lakukan itu fresh blood (tenaga dan pemikiran baru) yang masuk di partai. Nah, satu-satu potensi besar anak muda harus kita berikan wadah untuk menyalurkan hobinya, aspirasi politiknya, mewujudkan mimpi dan cita-cita kebangsaannya,” sebutnya.
Menariknya, pihaknya juga tengah menyempurnakan metode kaderisasi dengan menyertakan teknologi cerdas seperti Al (artificial intelligence) agar prosesnya lebih smart dan relevan dengan dunia Gen-Z.
Langkah ini, lanjutnya guna memastikan bahwa substansi kepartaian tetap tersampaikan tanpa menghilangkan unsur kesenangan bagi para peserta.
Inovasi ini juga menjadi pendukung bagi kebijakan lokal DPD PDI Perjuangan Jatim yang mewajibkan minimal 20 persen pengurus PAC harus berusia di bawah 35 tahun.
“Ini sedang berproses semuanya, dan kita tidak akan pernah berhenti untuk menggerakkan partai ini supaya lebih dekat dengan harapan dan kemauan cita-cita anak muda. Terus tegak lurus, kita arahkan kepada cita-cita kemerdekaan kita, nilai-nilai dasar Pancasila,” jelasnya.
Ia pun mengajak generasi muda untuk terus semangat belajar, pantang menyerah menghadapi perkembangan zaman. “Teruslah maju, teruslah ikuti perkembangan zaman. Jangan mudah menyerah dan harus semangat belajar menghadapi tantangan zaman yang semakin luar biasa,” pungkasnya. (hk/red)
Tags: AI, materi ajar, pdip jatim, pendidikan politik, sekolah kader, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





