Armuji Ajak Warga Surabaya Perbaiki Data Desil di Dinsos
SR, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya memberikan atensi serius terhadap laporan masyarakat mengenai ketidaksesuaian data desil yang berdampak pada penerimaan bantuan sosial serta beasiswa.
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menegaskan bahwa warga yang merasa profil kemiskinannya tidak sesuai dengan realita di lapangan dapat segera mengajukan proses sanggah.
Ia melanjutkan, hingga saat ini, tercatat sekira 30 laporan telah masuk melalui kanal pengaduan Lapor Cak Ji. Keluhan tersebut berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari kalangan mahasiswi hingga masyarakat umum yang merasa status ekonominya tidak tercatat dengan akurat dalam sistem.
Untuk itu, bagi penduduk yang menghadapi kendala terkait ketidakcocokan kondisi fisik hunian atau data kesejahteraan, otoritas terkait mengarahkan mereka untuk mendatangi Dinas Sosial (Dinsos). Langkah ini krusial agar petugas dapat melakukan verifikasi ulang terhadap kondisi ekonomi pemohon guna menyesuaikan status desil yang ada.
Selanjutnya, khusus bagi mahasiswa penerima beasiswa Pemuda Tangguh (PB) maupun Program Indonesia Pintar (PIP) yang mengalami kendala administrasi serupa, tersedia jalur koordinasi khusus. “Kalau masalah PIP itu bisa dibantu langsung ke BPS-nya bagi mahasiswa yang mendapatkan beasiswa PB,” ujar Armuji saat ditemui sebelum konsolidasi pdi perjuangan di hotel Vasa, Minggu (23/8/2026).
Persoalan ketidaksesuaian ini muncul karena pendataan desil melibatkan survei dari berbagai instansi tingkat pusat. Armuji mengklarifikasi bahwa sumber data tersebut bukan hanya berasal dari Badan Pusat Statistik, melainkan hasil kolaborasi berbagai lembaga kementerian.
“Desil itu yang survei itu dari berbagai macam kementerian. Jadi bukan BPS saja. Jadi misalnya Kementerian BUMN, Kementerian Dinas Sosial, apa Kementerian Sosial dan segala macamnya itu seperti itu,” ungkapnya.
Menanggapi kebingungan warga dalam menempuh prosedur administrasi, pihaknya memastikan bahwa panduan teknis telah tersedia di tiap kantor dinas. Masyarakat diimbau untuk proaktif berkomunikasi dengan petugas di Dinsos maupun BPS agar mendapatkan pandampingan dalam melakukan perbaikan data.
Armuji menekankan, validasi data kemiskinan bersifat dinamis dan akan terus mengalami pembaruan secara berkala. Melalui ruang sanggah ini, diharapkan bantuan sosial dan beasiswa pendidikan dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan. (hk/red)
Tags: Armuji, data desil, DInas Sosial, perbaiki, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





