Pasca Erupsi, PVMBG Mencatat Ratusan Aktifitas Kegempaan Terjadi di Gunung Ruang, Penduduk Sudah Dievakuasi

Yovie Wicaksono - 18 April 2024
Erupsi Gunung Ruang. Foto : (Antara/PVMBG)

SR, Surabaya – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan seluruh penduduk di kampung Limpatehe dan Kampung Pumpente sudah dievakuasi ke tempat aman untuk menghindari bahaya erupsi dan awan panas Gunung Ruang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara.

Kepala PVMBG, Hendra Gunawan mengatakan, ada dua kampung yang berada di Pulau Ruang tersebut, memiliki 838 jiwa penduduk dan hanya berjarak 2,5 kilometer dari puncak Gunung Ruang.

Sebagian warga lainnya, memilih tinggal di Pulau Taguladang yang berada di sebelah Pulau Ruang. Jarak kedua pulau itu sekitar 10 kilometer.

“Masyarakat yang bermukim di pantai barat Pulau Tagulandang diungsikan ke pantai timur untuk menghindari tsunami dan awan panas yang timbul akibat erupsi eksplosif dari Gunung Ruang,”ujarnya, Kamis (18/4/2024).

Sementara itu dalam perkembangan terbaru, hingga saat ini, PVMBG mencatat Gunung Ruang mengalami aktivitas kegempaan sebanyak 944 kali dalam sehari dengan jumlah terbanyak gempa vulkanik dangkal. Asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal tinggi sekitar 1.000 sampai 1.800 meter dari puncak.

Pada 17 April 2024 periode 00.00 hingga 24.00 WITA Gunung Ruang tercatat mengalami tiga kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo berkisar antara 50 hingga 55 milimeter dan lama gempa 300 sampai 840 detik.

PVMBG juga mencatat sebanyak 564 kali gempa vulkanik dangkal, 373 kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa tektonik lokal, dua kali gempa terasa, dan satu kali gempa tremor menerus.

Pasca serangkaian erupsi eksplosif dan awan panas, PVMBG mengumumkan kenaikan status Gunung Ruang dari Level III atau Siaga menjadi Level IV atau Awas.

Peringatan tsunami sempat dikeluarkan dan mengharuskan penduduk yang bermukim di kawasan pesisir untuk menjauh dari pantai. Meski pada Kamis pagi (18/4/2024) PVMBG melaporkan tidak ada tsunami akibat erupsi yang terjadi.

Gunung Ruang secara administratif berada di Desa Tulusan, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro. Gunung api bertipe strato tersebut diamati secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) yang berlokasi di Kecamatan Tagulandang.

Sejarah erupsi tercatat sejak tahun 1808 dan memiliki interval erupsi berkisar antara 1 hingga 30 tahun. Pada 2002 Gunung Ruang juga mengalami erupsi eksplosif disertai awan panas yang mengakibatkan kerusakan lahan dan pemukiman serta mengharuskan penduduk mengungsi ke tempat aman.

Setelah tertidur selama 22 tahun, pada 16 April 2024 Gunung Ruang kembali bangun dan memuntahkan berbagai material vulkanik mulai dari lava, gas, batu, hingga abu. Kini aktivitas kegempaan masih tinggi dan erupsi masih terjadi. (*/red)

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.