Parkir Nontunai Surabaya: Tertib, Antipungli dan Transparan
Suasana parkir mobil dan sepeda motor di Jalan Sedap Malam Surabaya, tampak petugas parkir juga mengalungkan tanda barcode QRIS yang bisa diakses pengendara untuk bayar parkir nontunai, Rabu (8/1/2026). (foto : vico wildan/superradio.id)
Mesin otomatis untuk pembayaran parkir dengan menggunakan e-Toll di Jalan Sedap Malam Surabaya. (8/1/2026). (foto : vico wildan/superradio.id)
Salah seorang pengendara mobil sedang membayar parkir via QRIS di Jalan Sedap Malam Surabaya. Petugas parkir juga mengalungkan barcode QRIS untuk memudahkan pengendara bertransaksi, Rabu (8/1/2026). (foto : vico wildan/superradio.id)
Puluhan sepeda motor parkir di Tunjungan Plaza Surabaya dianjurkan membayar parkir dengan cara nontunai. (foto : vico wildan/superradio.id)
SR, Surabaya – Parkir non tunai di Jalan Sedap Malam Kantor Pemkot Surabaya dan Mall Tunjungan kini menjadi simbol transformasi layanan publik yang lebih modern dan efisien.
Kehadiran sistem ini menandai langkah maju kota dalam menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat yang setiap hari beraktivitas di kawasan padat lalu lintas. Tidak ada lagi kerepotan mencari uang tunai atau menunggu kembalian, karena pembayaran dapat dilakukan dengan cepat melalui aplikasi atau kartu elektronik.
Inovasi ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam mendukung digitalisasi layanan publik dan membangun citra sebagai kota yang siap menuju era smart city.
Suasana di lapangan pun terasa berbeda. Papan informasi digital yang terpasang di titik parkir memberikan arahan jelas bagi pengendara, sementara petugas parkir sigap membantu masyarakat beradaptasi dengan sistem baru.
Foto-foto yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana pengendara dengan mudah melakukan transaksi lewat ponsel, menciptakan alur parkir yang lebih tertib dan transparan. Jalanan yang sebelumnya sering dipenuhi interaksi tunai kini tampak lebih rapi, dengan proses parkir yang berlangsung cepat dan minim hambatan.
Muhammad Imam, salah satu juru parkir di Jalan Sedap Malam Surabaya, menjelaskan bahwa terdapat 12 orang juru parkir yang bertugas di kawasan tersebut. Menurutnya, penerapan sistem parkir non tunai sangat memudahkan pekerjaan mereka. “Lebih efisien, tidak perlu repot-repot mengurus kembalian,” ujarnya.
Dengan adanya sistem ini, para juru parkir dapat lebih fokus mengatur kendaraan dan menjaga ketertiban, sementara transaksi berlangsung secara otomatis dan tercatat dengan baik.
Marinda, seorang pengguna parkir yang datang dengan mobil, juga menyampaikan pengalamannya. Ia menilai bahwa di era sekarang segala sesuatu memang serba digital, sehingga kehadiran parkir berbasis QRIS terasa sangat membantu. “Dengan adanya parkir QRIS ini jadi lebih mudah tanpa perlu mempersiapkan uang pas,” katanya.
Testimoni dari pengguna dan petugas lapangan ini memperlihatkan bahwa sistem parkir non tunai bukan hanya sekadar inovasi teknologi, melainkan solusi nyata yang mendukung kenyamanan, efisiensi, dan keteraturan di ruang publik kota. (js/red)
Tags: non tunai, parkir, superradio.id, surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





