Paguyuban Raden Sawunggaling Ajak Pemuda Bangkitkan Budaya Lokal

Yovie Wicaksono - 22 October 2021
Sarasehan di Pesarean Raden Sawunggaling, Kamis (21/10/2021) malam. Foto : (Super Radio/Hamidiah Kurnia)

SR, Surabaya – Paguyuban Raden Sawunggaling mengajak pemuda Surabaya lebih mencintai budaya leluhur melalui sarasehan yang mereka selenggarakan di Pesarean Raden Sawunggaling, Kamis (21/10/2021) malam.

Acara yang diawali dengan Tari Remo dan Sparkling Surabaya ini mengusung tema “Turunan Literatur Sawunggaling sebagai Jembatan Peradaban Berbangsa” dengan menghadirkan narasumber yang menggambarkan tokoh muda Surabaya. Diantaranya adalah, Cak dan Ning Surabaya, Ketua Karang Taruna Surabaya, Fuad Benardi, dan tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Saepudin Muhtar.

“Dipilih acara sarasehan karena kita ingin lebih gayeng. Kita ingin lebih dekat antara narasumber dan juga peserta, kalau sarasehan kita bisa ngopi, karena ini bagian dari ciri khas,” kata Pengurus Paguyuban Raden Sawunggaling, Tulus Warsito.

Ia mengatakan, sebagai rangkaian dari kegiatan Gelar Doa dan Angkat Budaya, pihaknya memberikan wadah bagi pemuda pemudi Surabaya untuk semakin rekat, sekaligus mengenalkan kiprah Raden Sawunggaling yang sangat cinta tanah air.

“Harapan pertama kita ingin para pemuda di Surabaya ini mengenal ruh dan semangat dari Raden Sawunggaling. Bagaimana beliau ikhlas dan tawadhu pada ibunya. Bagaimana beliau cinta pada tanah airnya, itu yang kita dapat dari acara ini,” ujarnya.

Selain itu, karena mengambil segmentasi anak muda, maka acara malam itu diwarnai kiprah anak muda mulai dari peserta, panitia, hingga pengisi acara.

“Tujuannya, kita ingin paguyuban ini menjadi alat perekat antar pemuda yang ada di kota Surabaya. Jadi segmentasi yang hadir pada malam ini kita tujukan pada pemuda penggiat budaya, pemuda ormas, dan lainnya,” ungkapnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.