Omi Pasang Sistem AI Cegah Penipuan Cinta di Aplikasi Kencan
SR, Surabaya – Aplikasi kencan populer, Omi, resmi memperketat sistem keamanan platformnya dengan memasang teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) khusus. Langkah ini diambil untuk mendeteksi sekaligus mencegah aksi pemalsuan data profil yang kerap menjadi modal utama para pelaku penipuan berkedok cinta (love scamming).
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Product Marketing Manager Omi, Lukas Ling, dalam acara edukasi digital bertajuk pencegahan love scamming berbasis AI di Universitas Surabaya (Ubaya),
Acara yang dilaksanakan secara tatap muka (luring) dan online (daring) ini diadakan dalam rangka merayakan ulang tahun (Dies Natalis) ke-13 Fakultas Psikologi Ubaya Minggu (20/9/2026). Acara ini digelar Omi melalui kolaborasi strategis bersama organisasi perlindungan perempuan Savy Amira dan Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur.
“Pihak Omi sudah memasang sistem AI canggih untuk mencegah pemalsuan data di dalam platform,” tegas Lukas Ling di hadapan peserta.
Meski sistem penyaringan teknologi sudah diperketat, Lukas mengingatkan bahwa keamanan yang sempurna tetap membutuhkan kerja sama dua arah. Ia meminta para pengguna dari kalangan Gen Z hingga pekerja profesional untuk selalu waspada dan memanfaatkan fitur aduan jika melihat kejanggalan.
“Kami meminta peran aktif dari para pengguna. Pengguna bisa langsung melaporkan jika menemukan indikasi penipuan atau pemalsuan profil yang lolos dari sistem AI kami,” tambahnya.
Langkah preventif Omi ini mendapat dukungan sekaligus catatan dari Ketua Savy Amira, Siti Yunia Mazdafiah. Menurut Siti, selain inovasi dari internal aplikasi, pengawasan eksternal dari regulator juga krusial untuk menekan ruang gerak pelaku kejahatan digital.
“Pengawasan ketat dari pihak pemerintah sangat diperlukan terhadap aplikasi-aplikasi yang rawan disalahgunakan sebagai sarana kekerasan seksual maupun manipulasi,” tutur Siti Yunia.
Ancaman love scamming memang kian mengkhawatirkan karena melibatkan manipulasi psikologis yang terstruktur. Pakar psikologi Endah Triwijati menguraikan bahwa pelaku umumnya sengaja mengisolasi korban dari keluarga atau teman terdekat agar daya kritisnya melemah.
Kerentanan ini dipertegas oleh akademisi Rumaysha Gikha Nisrina, yang menyebutkan Gen Z kerap terjebak karena dorongan emosional kuat untuk memiliki pasangan virtual, sehingga sulit berkata “tidak”.
Melalui kolaborasi di perayaan Dies Natalis ke-13 Fakultas Psikologi Ubaya yang juga didukung Pengaduan ITS serta Wiloka Society ini, Omi berharap sistem keamanan barunya dapat menciptakan ruang interaksi digital yang jauh lebih aman, sehat, dan tepercaya bagi seluruh penggunanya. (dipta/red)
Tags: AI, aplikasi kencan, cegah love scamming, omi, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





