Olahraga Adaptif: Saat Keterbatasan Bukan Penghalang Semangat

Rudy Hartono - 6 August 2025
Ilustrasi - Menggunakan kursi roda tak menghalangi minat olah rata tenis lapangan. (net)

SR, Surabaya – Siapa bilang disabilitas membatasi ruang gerak dan semangat untuk  berprestasi? Di balik keterbatasan fisik, justru banyak penyandang disabilitas yang menemukan kekuatan baru melalui olahraga adaptif. Ini adalah bentuk olahraga yang dimodifikasi agar dapat dilakukan oleh mereka yang memiliki hambatan fisik, sensorik, maupun intelektual.

Olahraga adaptif bukan sekadar aktivitas fisik. Ia adalah jembatan menuju kemandirian,  kepercayaan diri, bahkan pencapaian luar biasa di tingkat nasional hingga internasional. Cabang-cabang olahraga seperti para-atletik, blind futsal, renang, basket kursi roda, dan boccia menjadi ladang prestasi yang terbuka lebar.

Menurut Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) dalam program pembinaan olahraga disabilitas, olahraga adaptif telah menjadi bagian penting dari pengembangan potensi difabel. Lembaga seperti National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) juga terus mendorong pelatihan dan kompetisi rutin agar lebih banyak atlet difabel bisa muncul dan berprestasi.

Di Indonesia, beberapa nama atlet difabel telah mencetak sejarah. Misalnya, Ni Nengah Widiasih, atlet powerlifting yang menyumbangkan medali di ajang Paralimpiade Tokyo 2020, atau David Jacobs, atlet tenis meja yang dikenal tangguh di lapangan internasional.

Namun, dukungan terhadap olahraga adaptif belum merata. Fasilitas latihan yang minim, keterbatasan alat khusus, hingga kurangnya pelatih bersertifikat seringkali menjadi kendala. Padahal, semangat yang ditunjukkan para atlet ini jauh melampaui hambatan-hambatan itu.

Menurut Kemenpora dalam siaran pers 2024, “olahraga adaptif bukan hanya olahraga, tetapi juga alat pemberdayaan sosial dan ekonomi bagi penyandang disabilitas.” Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memberi dukungan, tidak hanya ketika mereka menang, tetapi juga saat mereka berjuang.

Jadi, sudah saatnya kita memandang disabilitas bukan sebagai batas, melainkan sebagai bentuk keberagaman yang juga bisa bersinar di podium juara. (*/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.