NU Pegang Teguh Prinsip Toleransi

Yovie Wicaksono - 31 January 2020

SR, Surabaya – Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Kusnadi menilai, sejak berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) hingga sekarang, NU tidak pernah bergeser dari tipikalnya sebagaimana awal berdirinya, yakni pada 31 Januari 1926 atau tepatnya 94 tahun yang lalu.

“Sebagai kader dari Partai yang berasaskan Pancasila dengan jiwa dan semangat kelahiran Pancasila pada 1 Juni 1945, kami melihat dan merasakan bagaimana NU tidak pernah bergeser dari tipikalnya sebagaimana awal berdirinya. Yakni organisasi sosial keagamaan yang religius nasionalis dan memegang teguh prinsip-prinsip Islam yang damai, moderat, dan penuh toleransi,” ujar Kusnadi, Jumat (31/1/2020).

Kusnadi mengatakan, sebagaimana catatan sejarah, NU yang didalamnya adalah para ulama, kyai, dan santri, telah membuktikan pengabdiannya pada bangsa dan negara. Hal tersebut tak lepas dari sejarah pendirian NU itu sendiri. Dimana pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Ashari, berhasil mengharmoniskan hubungan agama dan politik menjadi sebuah politik kebangsaan dengan jargon hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman).

“Cinta tanah air dimaksud barang tentu adalah nasionalisme seperti nilai-nilai  terkandung dalam ideologi negara kita, Pancasila,” ujar pria yang juga Ketua DPRD Jatim ini.

Sebagaimana pula kutipan pidato Bung Karno dalam sidang di gedung PBB, September 1960, berjudul To Build The World A New (Membangun Dunia Kembali), yakni “Kami nasionalis, kami cinta bangsa kami dan kepada semua bangsa.”

Kusnadi menambahkan, dari pertalian ideologi kebangsaan tersebut,  PDI Perjuangan, khususnya DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, terus memperkuat silaturahmi dengan Pengurus Wilayah NU Jawa Timur sebagaimana dilakukan beberapa waktu lalu, yakni Juli 2019.

“Sebagaimana silaturahmi pada saat itu yang menghasilkan agenda bersama, yakni, melawan radikalisme dan intoleransi, serta penguatan ekonomi. wong cilik, adalah bagian dari mencintai tanah air, nasionalisme, yang barang tentu nasionalisme yang tidak hanya mencintai bangsa sendiri, tetapi juga bangsa-bangsa di dunia,” ujarnya.

“Selamat Harlah ke-94 NU, Semoga seluruh harapan tercapai, berdikari menuju persaudaraan dunia,” sambungnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.