Nostalgia di Pasar Blauran

Yovie Wicaksono - 1 February 2021

SR, Surabaya – Ingin menikmati makanan dan jajanan tradisional, sambil bernostalgia atau mengingat masa lalu? Berkunjung ke Pasar Blauran Baru di Jalan Kranggan, Tembok Dukuh, Sawahan, Surabaya adalah pilihan yang tepat.

Makanan tradisional mulai dari lontong mie, lontong kupang, rujak cingur, tahu campur, gado-gado, semanggi suroboyo, hingga kare kambing yang legendaris ada disana.

Kalau tidak ingin mencicipi makanan yang berat atau mengenyangkan, berbagai jajanan tradisional seperti putu ayu, kue lumpur, lumpia, kue lapis, hingga roti kukus bisa menjadi pilihan yang tepat. Ada juga bubur madura dan es dawet yang legit dijual sekira Rp 6.000.

Sayang, pandemi Covid-19 membuat pedagang mengalami penurunan pendapatan. Nurhayati, misalnya. Pedagang makanan tradisional di Pasar Blauran Baru mengatakan pasar yang biasanya ramai pengunjung, terlebih pada akhir pekan, kini setiap hari cenderung sepi.

“Dulu sehari bisa sampai dapat satu juta, sekarang rata-rata 200 ribu, paling mentok 300 ribu mulai buka jam setengah 10 sampai 8 malam,” ujar perempuan yang berjualan sejak 2008 ini, Senin (1/2/2021).

Meski mengalami penurunan omzet, perempuan asal Madura ini tetap bersyukur, mengingat pandemi Covid-19 membawa dampak pada seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk ekonomi.

Nurhayati sendiri berjualan lontong mie, lontong kupang, gado-gado, tahu campur, bubur madura dan semanggi suroboyo. Semuanya dijual dengan harga bervariatif. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.