Meriahkan Hari Kemerdekaan, Puluhan Difabel Tuli Ikuti Berbagai Perlombaan

Yovie Wicaksono - 18 August 2022

SR, Malang – Setelah dua tahun tidak ada kegiatan lantaran adanya pembatasan akibat pandemi Covid-19, Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Cabang Kota Malang kembali menggelar sejumlah perlombaan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-77 Kemerdekaan RI.

Sekira 50 orang yang terdiri dari berbagai usia nampak antusias mengenakan pakaian dengan nuansa merah putih saat mengikuti lomba yang digelar, mulai dari lomba makan kerupuk, memasukkan paku ke dalam botol, balap karet, bola kardus, benang jarum hingga lomba rias wajah dan model.

“Ini berkah dari melandainya covid, dua tahun tidak ada kegiatan akhirnya hari ini bisa kembali merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia bersama dengan menggelar berbagai lomba,” ujar Ketua Gerkatin Cabang Kota Malang, Sumiati, Rabu (17/8/2022).

Pada momen kemerdekaan ini, Sumiati mengatakan, Indonesia tidak hanya merdeka karena lepas dari penjajahan, namun seluruh warganya termasuk disabilitas juga bisa merdeka akan hak-haknya.

“Bisa merdeka dari Covid-19, bisa melakukan apa saja, bisa bebas kembali bekerja seperti semula,” ujarnya.

Ia pun berharap, di tahun ke-77 Indonesia ini agar pemerintah bisa lebih memperhatikan kelompok disabilitas dengan memberlakukan kebijakan yang lebih inklusif.

“Harapan saya adalah agar hak-hak dari kaum disabilitas rungu bisa terpenuhi. Pemerintah bisa membuat kebijakan yang lebih inklusif,” ujarnya.

Salah satu peserta lomba yang juga merupakan difabel tuli, Ponco Adi Nugroho mengaku senang bisa berkumpul dan mengikuti lomba bersama untuk merayakan HUT RI.

“Saya merasa senang, karena seru bisa tertawa melihat teman-teman,” ujar mahasiswa jurusan sistem informasi Universitas Merdeka Malang ini.

Hal yang sama dirasakan oleh Adelia Islami Syafi’i, anak berusia 10 tahun dari orang tua tuli yang tergabung dalam Gerkatin Malang ini.

Ia pun turut membantu Super Radio untuk berkomunikasi dengan para peserta lomba lainnya menggunakan bahasa isyarat yang sudah ia pelajari sejak 2017 lalu.

“Ini teman saya, namanya Ovi. Tadi kita ikut lomba makan kerupuk, bola kardus, memasukkan paku ke dalam botol, dan banyak lagi. Hari ini kita merasa senang,” ujar Ovin sambil memperkenalkan teman sebayanya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.