Meriah Kirab Budaya Nusantara Pura Kerta Bumi Gresik
Pemberangkatan peserta kirab budaya nusantara untuk upacara Murwokolo dari start Pura Kerta Bumi menuju Punden warga Bongso Wetan yakni Punden “Mbah Buyut Marning”, Sabtu (13/9/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
Peserta kirab dari Pariasada Blitar ikut berpartisipasi dalam kirab budaya nusantara untuk upacara Murwokolo diselenggarakan Pura Kerta Bumi Bongso Wetan, Gresik, Sabtu (12/9/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
Peserta kirab tuan rumah dari Pariasada Hindu Gresik membawa gunungan aneka hasil bumi dalam kirab budaya nusantara untuk upacara Murwokolo diselenggarakan Pura Kerta Bumi Bongso Wetan, Gresik, Sabtu (12/9/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
Tari Durga tampilkan sosok Dewi Durga marah melihat perempuan dilecehkan. Tari Durga dibawakan peserta kirab budaya nusantara dari Pariasada Hindu Banyuwangi di areal Punden warga Bongso Wetan yakni Punden “Mbah Buyut Marning”, Gresik, Sabtu (13/9/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
Sosok berperan Putri Mojopahit meletakkan sesaji menyatu aneka sesaji dari peserta kirab di latar Punden warga Bongso Wetan yakni Punden “Mbah Buyut Marning”, Gresik, Sabtu (13/9/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
Seluruh peserta kirab nusantara, pemuka agama hindu, tokoh masyarakat, peserta kirab membaur mengelilingi Punden “Mbah Buyut Marning” melakukan doa untuk upacara Murwokolo diselenggarakan Pura Kerta Bumi Bongso Wetan, Gresik, Sabtu (12/9/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
SR, Gresik – Ratusan umat hindu dari 7 daerah kompak berkumpul di Pura Kerta Bumi, Gresik sejak pagi, Sabtu (13/9/2025). Bukan tanpa alasan. Mereka khusus hadir guna memeriahkan kirab budaya nusantara untuk upacara Murwokolo atau ruwatan yang bertujuan menyucikan diri, daerah, bahkan bangsa agar terhindari dari malapetaka, nasib buruk, dan masalah hidup.
Setiap daerah, tampil maksimal memakai baju adat hingga tarian khas yang sukses mencuri perhatian publik. Sebelum tampilkan atraksi khas daerarhnya, semua peserta ikut kirab berjalan sejauh 350 meter dari Pura Kerta Bumi menuju Punden “Mbah Buyut Marning” yaitu punden warga Dusun Bongso Wetan, dengan berbagai atribut.
Ada yang membawa gunungan tumpeng, bunga tujuh rupa, sesaji, hingga reog. Salah satunya wilayah Bayuwangi. Sekira 50 orang rela berangkat sejak kemarin sore demi turut serta dalam kegiatan hari ini.
Salah satu peserta dari Banyuwangi, Kenzi (16) menyebut, pihaknya telah menyiapkan 3 penampilan yakni tari “Durga”, paduan suara, dan sendratari asal usul Banyuwangi. Tari Durga ditampilkan saat perjalanan kirab, sedangkan dua pertunjukan lainnya di pelataran Pura Kerta Bumi. “Tari Durga itu tentang seorang dewi durga tapi karena marah melihat perempuan dilecehkan, jadi punya sifat angkara murka,” urai Kenzi saat ditemui usai kirab.
Tak mau kalah, peserta dari Nganjuk turut unjuk kebolehan. Perkawilan Pura Kerta Buwana Giri Wilis, Mangku Damri, mengatakan, kali ini pihaknya membawa sekira 40 orang dalam kirab. Mereka menampilkan Reog dan sendra tari “Yuyu Kangkang” sebagai simbol kebijakan dan pentingnga peran perempuan dalam kehidupan.
Selain dua daerah tadi, ada pula banyak penampilan menarik dari berbagai wilayah. Mulai dari Kediri, Malang, Blitar, hingga tuan rumah Gresik. Warga dari Pura Kerta Bumi Gresik menampilkam tari “Bedoyo Majapahit”.
Sekadar informasi, kegiatan kirab merupakan rangkaian dari Upacara Murwokolo atau ruwatan yang bertujuan menyucikan diri atau desa dari malapetaka, nasib buruk, dan masalah hidup. (hk/red)
Tags: gresik, hindu, murwokolo, pura kerta bumi, Ruwatan, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





