Meriah Kirab Budaya Nusantara Pura Kerta Bumi Gresik

Rudy Hartono - 14 September 2025

SR, Gresik – Ratusan umat hindu dari 7 daerah kompak berkumpul di Pura Kerta Bumi, Gresik sejak pagi, Sabtu (13/9/2025). Bukan tanpa alasan. Mereka khusus hadir guna memeriahkan kirab budaya nusantara untuk upacara Murwokolo atau ruwatan yang bertujuan menyucikan diri, daerah, bahkan bangsa agar terhindari dari malapetaka, nasib buruk, dan masalah hidup.

Setiap daerah, tampil maksimal memakai baju adat hingga tarian khas yang sukses mencuri perhatian publik. Sebelum tampilkan atraksi khas daerarhnya, semua peserta ikut kirab berjalan sejauh 350 meter dari Pura Kerta Bumi menuju Punden “Mbah Buyut Marning” yaitu punden warga Dusun Bongso Wetan, dengan berbagai atribut.

Ada yang membawa gunungan tumpeng, bunga tujuh rupa, sesaji, hingga reog. Salah satunya wilayah Bayuwangi. Sekira 50 orang rela berangkat sejak kemarin sore demi turut serta dalam kegiatan hari ini.

Salah satu peserta dari Banyuwangi, Kenzi (16) menyebut, pihaknya telah menyiapkan 3 penampilan yakni tari “Durga”, paduan suara, dan sendratari asal usul Banyuwangi. Tari Durga ditampilkan saat perjalanan kirab, sedangkan dua pertunjukan lainnya di pelataran Pura Kerta Bumi. “Tari Durga itu tentang seorang dewi durga tapi karena marah melihat perempuan dilecehkan, jadi punya sifat angkara murka,” urai Kenzi  saat ditemui usai kirab.

Tak mau kalah, peserta dari Nganjuk turut unjuk kebolehan. Perkawilan Pura Kerta Buwana Giri Wilis, Mangku Damri, mengatakan, kali ini pihaknya membawa sekira 40 orang dalam kirab. Mereka menampilkan Reog dan sendra tari “Yuyu Kangkang” sebagai simbol kebijakan dan pentingnga peran perempuan dalam kehidupan.

Selain dua daerah tadi, ada pula banyak penampilan menarik dari berbagai wilayah. Mulai dari Kediri, Malang, Blitar, hingga tuan rumah Gresik. Warga dari Pura Kerta Bumi  Gresik menampilkam tari “Bedoyo Majapahit”.

Sekadar informasi, kegiatan kirab merupakan rangkaian dari Upacara Murwokolo atau ruwatan yang bertujuan menyucikan diri atau desa dari malapetaka, nasib buruk, dan masalah hidup. (hk/red)

 

 

 

 

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.