Menu Sate MBG Disorot Usai Siswa SMPN1 Mojoanyar Keracunan

Rudy Hartono - 8 October 2026
Sejumlah siswi SMP Negeri 1 Mojoanyar alami ganguan pencernaan diduga sehari usai mengkonsumsi makanan menu Sate Ayam dari MBG. Para siswi menjalani perawatan intensif di Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (7/10/2026).

SR, Mojokerto – Menu sate ayam pada hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) kini jadi sorotan usai sejumlah siswi SMP Negeri 1 Mojoanyar Mojokerto diduga mengalami keracunan.

Belasan siswi SMP sekoalh itu harus mendapatkan perawatan medis intensif di Puskesmas Gayaman, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Penanganan medis itu terpaksa dilakukan setelah para siswi mengeluhkan gangguan pencernaan hebat yang mendadak menyerang mereka.

Dugaan kuat penyebab para siswi mengalami keracunan itu mengarah pada menu berupa sate ayam yang dikonsumsi para siswi pada Selasa (6/10/2026) siang.

Gangguan kesehatan yang dialami para siswi itu tidak langsung terasa seketika usai mereka pulang sekolah.

Salah satu wali murid berinisial S (52) menceritakan bahwa kondisi putrinya yang berusia 14 tahun masih tampak normal hingga sore hari.

Rasa mual, pusing, serta diare baru mulai menggejala hebat saat memasuki pukul 03.00 WIB dini hari pada Rabu (7/10/2026).

“Tadi pagi sempat mengeluh mual dan pusing tapi anaknya tetap berangkat ke sekolah,” ujar S saat ditemui di ruang perawatan Puskesmas Gayaman, Rabu (7/10/2026).

S menjelaskan bahwa putrinya sempat menyantap menu sate ayam berbumbu kacang yang dibagikan dalam program MBG di sekolah.

Sementara itu, jatah MBG hari berikutnya dengan menu dimsum mentai dipastikan belum sempat dibagikan maupun dikonsumsi oleh siswa.

Dinkes Menunggu Uji Lab

Merespons kejadian itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini Sulistyowati, langsung menginstruksikan langkah cepat tanggap.

Seluruh jajaran tenaga kesehatan dan dokter di Puskesmas Gayaman dikerahkan untuk mempercepat proses pemulihan para siswa.

Sebagai informasi, sasaran program MBG di wilayah itu menjangkau 2.919 penerima, dengan porsi SMPN 1 dan SMPN 2 Mojoanyar sekitar 1.500 anak.

“Untuk yang bergejala dan dirawat di FKTP sejumlah 17 orang, 9 anak yang diinfus, yang 7 orang setelah observasi sore sudah membaik boleh pulang,” jelas Dyan. “Tinggal 2 orang, kondisi stabil hanya perlu observasi sampai besok,” imbuhnya.

Pihak Dinkes hingga kini terus melakukan penelusuran lapangan secara mendalam untuk mencari penyebab pasti insiden itu. “Ini masih kami lakukan penelusuran, hasil uji lab (sampel makanan) belum,” tandas Dyan. (*/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.