Matair Hadirkan Nafas Baru Musik Folk Pop Indonesia
SR, Surabaya – Dunia musik Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya karya terbaru dari Matair, grup musik yang menggabungkan semangat folk dengan nuansa pop modern.
Lagu Menari menjadi single ketiga dari grup yang terbentuk 1 tahun 2 bulan lalu. Bahkan Menari menjadi judul pada extended play (EP) pertama yang mereka rilis. EP adalah rekaman musik yang berisi lebih dari satu single tetapi lebih sedikit daripada album atau bisa disebut mini album.
EP bertajuk “Menari” dari Matair berisikan empat trek lagu, yakni Rasa Ini (New Version), Jika Kita Tak Kembali, Sukma (Instrumental), dan Menari. Sedangkan lagu Menari ditulis oleh Reva (vokal) dan Tyok (bass).
Komposisi lagu Menari ini sarat emosi dan pesan yang kuat, seakan mengajak “pulang” para pendengarnya. Lirik dan melodi Menari menjadi perayaan hangat akan harapan dan kerinduan. Berikut sedikit petikan lirik lagunya:
… Sunyi yang riuh, menunggu pulang dan,
Sunyi yang riuh ku terulang kembali …..
“Lagu ini cocok banget didengarkan waktu sore hari atau lagi kangen suasana rumah,” ujar Reva, vokalis kelahiran 2004 yang resmi bergabung dalam formasi terbaru Matair.
Lewat lagu Menari, Matair tidak hanya menyentuh sisi nostalgia, tapi juga menyulut semangat untuk merayakan kepulangan sebagai bentuk syukur dan sukacita. Lagu ini menjadi gambaran visual sebuah kampung yang penuh kehidupan, suara tawa, dan api kebersamaan.
Bagi Matair, Menari bukan sekadar lagu atau single terbaru, tetapi juga menjadi harapan besar untuk perjalanan Matair ke depan. “Kami ingin para pendengar bisa merasakan apa yang kami bawakan, seperti vibes untuk kembali pulang, ditunggu oleh orang-orang dari tempat asal—apalagi bagi yang mau pulang dari perantauan,” timpal Fauzan. “Dari lagu ini juga, semoga bisa menjadi salah satu tolak ukur bagi Matair agar bisa bikin lagu yang lebih konsisten,” imbuhnya.
Dari Folk ke Folk-Pop
Lahir dari semangat akar rumput, Matair membangun identitas musiknya dengan kombinasi strings ensemble dan nuansa akustik yang kuat. Formasi terkini Matair terdiri dari Reva (vokal), Fauzan (gitar), dan Tyok (bass).
Nama “Matair”, yang terinspirasi dari “mata air” yang berarti sumber air, mencerminkan harapan mereka menjadi sumber kehidupan bagi sesama lewat karya yang membumi dan membekas di hati.
Sebelum merilis Menari, mereka telah memperkenalkan dua single awal: Rasa Ini dan Jika Kita Tak Kembali. Dua single itu sempat mencuri perhatian dan masuk dalam daftar musisi pilihan di Billboard Indonesia Weekly Playlist edisi ke-16.
Kini, dengan gaya “Folk Goes Pop”, Matair tidak hanya mempertahankan kekuatan narasi mereka, tetapi juga memberi warna baru dengan instrumen seperti djembre dan accordeon yang memperkaya dinamika musik mereka. (dv/red)
Tags: extended play, folk pop, lagu, matair, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





