Festival Kewirausahaan PMI

Yovie Wicaksono - 25 July 2019
Festival Kewirausahaan di Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (24/7/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Ribuan calon pekerja migran Indonesia  (PMI) mengikuti kegiatan Festival Kewirausahaan di Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (24/7/2019).

Kegiatan yang dipelopori langsung oleh Kementerian Ketenagakerjaan bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja  dan Pekerja Migran Kabupaten Kediri ini juga meresmikan Koperasi Pekerja Migran Indonesia.

Kepala Bidang Transmigrasi dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Kediri, Jumadi mengatakan, kegiatan ini bukan hanya dihadiri oleh PMI dari Kediri, melainkan dari Blitar, Trenggalek, Tulungagung dan Ponorogo.

Jumadi berharap dengan didirikanya Koperasi Pekerja Migran  ini, nantinya dapat membawa dampak positif bagi para PMI. “PMI yang akan berangkat dalam hal ini, mereka yang tidak mempunyai modal untuk berangkat nanti bisa pinjam di Koperasi Pekerja Migran,” ujar Jumadi.

Jumadi menjabarkan, selama ini jumlah PMI di wilayah Kabupaten Kediri pada periode 2018 mencapai 4082 ribu orang. Mereka bekerja di 10 negara tujuan, terutama Asia Pasifik Taiwan dan Hongkong. Sementara memasuki 2019 pada bulan Juli tercatat sekitar 2300 warga Kabupaten Kediri yang bekerja di Luar Negri.

Terdata mereka yang bekerja sebagai PMI ini, pada umumnya berdomisili di wilayah Kecamatan Kabupaten Kediri perbatasan Tulungagung – Blitar, seperti Kecamatan Mojo,  Kras, Ringinrejo, Kandat maupun Wates. Lima wilayah Kecamatan yang dimaksud tadi, masyarakatnya berpotensi bekerja di Luar negri.

“Sementara ini dominannya pada sektor Informal, dari pada sektor Formalnya masih belum imbang. 55 persen di sektor Informal atau perorangan dan 45 persen di sektor Formal di Perusahaan,” inbuh Jumadi.

Ia menjelaskan ada beberapa faktor yang melatar belakangi, hingga mereka begitu antusias bekerja di Luar Negeri sebagai PMI. Faktor tersebut antara lain, faktor ekonomi, faktor kondisi di dalam Negeri yang jumlah pencari kerjanya lebih banyak tidak seimbang, jika dibandingkan dengan  lowongan pekerjaan yang jumlahnya sedikit. Kebanyakan tingkat pendidikan para PMI hanya mengantongi Ijazah SMP dan SMA.

Sebelum berangkat ke Luar Negri, mereka terlebih dahulu mendapat pembekalan pelatihan dari Dinas Sosial Tenaga Kerja Kabupaten Kediri seusai job order yang mereka pilih.

Disamping itu, kegiatan ini juga menyasar mengenai sosialisasi UU Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.

Dalam kegiatan Festival Kewirausahaan, tercatat ada 55 stand kewirausahaan yang dirintis oleh mantan pekerja migran. Bentuk kewirausahaan itu antara lain dibidang makanan, keterampilan, budidaya ikan, ternak burung murai dan banyak lainya.

“Kalau sudah purna mereka, mendirikan usaha usaha ini yang ikut festival itu. Ada yang dari makanan, keterampilan, ada yang sukses ternak burung Murai, dia sudah eksport, mantan TKI Taiwan,” tandasnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.