Malam Takbiran, Gunung Tertinggi di Jawa Ini Kembali Erupsi. Masyarakat Diminta Patuhi Rekomendasi PVMBG

Yovie Wicaksono - 10 April 2024
Gunung Semeru di Jawa Timur meletus dan mengeluarkan awan panas guguran (APG) pada Sabtu (16/1/2021) sore pukul 17.24 WIB. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – H-1 Idulfitri 1445 H atau Selasa (9/4/2024) Gunung semeru di Lumajang Jawa Timur kembali erupsi sebanyak empat kali dari pagi hingga malam.

Laporan dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM menyebutkan, erupsi terjadi pada 06.17, 07.51, 10.34 dan 19.12 WIB.

Berikut rincian erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Selasa (9/4/2024)

1. Pada 06.17 WIB, tinggi kolom letusan teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah utara dan timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 98 detik.

2. Pada pukul 07.51 WIB terjadi erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 110 detik.

3. Pada 10.34 WIB. Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 114 detik.

4. Dan terakhir, pada 19.12 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 800 m di atas puncak (± 4476 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah tenggara dan selatan. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 92 detik.

Ghufron Alwi dari pos pengamatan Gunung Semeru meminta kepada masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

“Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” kata Gufron.

Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Perlu diketahui, Gunung Semeru masih berstatus siaga atau level III, sehingga masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak.

Letusan terakhir yang “terparah” gunung tertinggi di pulau Jawa ini terjadi pada 4 Desember 2021. Letusan tersebut membuat 51 orang tewas, 169 orang terluka, dan 22 orang hilang. Tidak itu saja, sekira 45 orang mengalami luka bakar.

Gunung Semeru merupakan bagian dari rangkaian pegunungan vulkanik yang membentang dari utara Sumatera hingga Kepulauan Sunda Kecil. Vulkanisme utama di Indonesia terhubung dengan lepas pantai subduksi dari Lempeng Australia di bawah Lempeng Sunda. (*/red)

Tags: , , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.