Mahfud MD Tegaskan TGPF Tidak Bisa Didikte

Yovie Wicaksono - 13 October 2020
Menko Polhukam Mahfud MD (tengah). Foto : (Super Radio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan jika Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) adalah tim yang objektif.  Anggota yang tergabung tidak bisa didikte pikirannya sehingga tidak akan mungkin menyampaikan informasi yang bohong. 

“Saya ingin pastikan bahwa tim ini adalah tim pencari fakta yang objektif, tim ini tidak bisa dikaitkan dengan pesanan pemerintah. Di sini ada orang-orang yang tidak bisa dibeli pikirannya, dari kampus ada Pak Palguna (I Dewa Gede Palguna),  ada Pak Apoli (Apoli Safanpo), ada Pak Makarim (Makarim Wibisono), ada Pak Bambang (Bambang Purwoko). Itu tidak bisa didikte, sehingga tidak mungkin tim ini berbohong,” ujar Mahfud MD di Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Mahfud meminta agar TGPF menyelesaikan laporan investigasinya hingga Jumat (17/10/2020). Ia sendiri mengaku sudah menerima laporan hasil penyelidikan sejak tanggal 7 hingga kembali tanggal 12 Oktober kemarin. 

“Sekarang ini tim sudah melaporkan seluruhnya dan tinggal menyusun nanti laporan yang lebih sistematis dan diberi waktu sampai dengan tanggal 17 untuk membuat laporan dan mendiskusikan semua fakta-fakta yang ditemukan sehingga sampai pada kesimpulan yang meyakinkan,” katanya. 

Mahfud mengatakan, tim mendapat keterangan dari saksi kunci soal penembakan TNI dan pendeta Yeremia, sehingga keterangan ini bisa juga dipakai polisi untuk menangkap para pelaku. 

“Tim ini juga sudah menemui saksi-saksi kunci. Di sini yang dimiliki oleh tim adalah data primer. Ada saksi-saksi kunci, kemudian keluarga korban, olah TKP bersama keluarga korban itu sudah dibuat semua,” katanya. 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengatakan, kerja TGPF juga turut dipermudah dengan terbukanya pihak keluarga korban akan proses investigasi yang dilakukan. Keluarga korban bahkan memberikan izin kepada tim untuk mengautopsi jenazah pendeta Yeremia yang menjadi korban penembakan yang diduga kuat dilakukan KKB Papua saat itu.

“Dulu itu sulit sekali. Dari awal kita masuk rumah sakit kita masuk, dokter-dokter kita masuk, sekarang tim ini sudah berhasil. Karena tim kami memang pendekatannya lebih kultural,” kata Mahfud MD. 

Sementara itu, Ketua TGPF Benny Mamoto mengatakan, tim akan terus memantau hasil investigasi hingga di proses penyidikan. Dia memastikan seluruh proses investigasi akan rampung dan dapat mengungkap pelaku seperti yang memang diharapkan para keluarga korban.

“Saya akan memantau terus proses penyidikan yang akan berjalan dan saya harus lapor kepada Ketua Kompolnas dalam hal ini Bapak Menko Polhukam. Sehingga proses itu akan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Itu jawaban kami kepada beliau-beliau di sana,” kata Benny. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.