Kunjungi Rumah Padat Karya Viaduct, Achmad Hidayat : Mari Gelorakan Semangat Kolaborasi

Yovie Wicaksono - 18 July 2022

SR, Surabaya – Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat mengunjungi Rumah Padat Karya Viaduct di Jalan Nias, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (17/7/2022) untuk potong rambut dan ngopi sore.

“Ini tadi sudah potong selain ongkosnya murah hanya Rp 25 ribu, hasil potongannya juga bagus,” ujarnya usai potong rambut.

Menurutnya, Rumah Padat Karya Viaduct merupakan tempat yang bagus dan membuat orang betah berlama-lama di sana.

“Lalu sajiannya juga menarik. Melalui rumah padat karya juga mari kita gelorakan semangat berkolaborasi,” katanya. 

Dalam kesempatan tersebut, dirinya memberikan apresiasi atas gagasan Wali Kota Eri Cahyadi – Wakil Wali Kota Armuji yang mampu berinovasi membuka Rumah Padat Karya di sejumlah kecamatan guna menyerap tenaga kerja yang berasal dari warga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Untuk itu, ia pun mendorong agar masyarakat juga bisa berkunjung ke rumah padat karya dan menggunakan jasa atau fasilitas yang ada di sana untuk meningkatkan kepercayaan diri warga MBR yang merintis usaha.

Ia juga mengajak sejumlah influencer dan warga menyosialisasikan sejumlah rumah padat karya sehingga mampu mengundang lebih banyak partisipasi publik untuk meningkatkan taraf hidup warga Surabaya dengan menekan angka pengangguran.

“Jadi yang namanya keadilan sosial itu ada, karena Pemerintah Kota Surabaya diminta turut memberikan solusi dan dengan rumah padat karya yang mampu menjadi ruang mencari pendapatan sembari pengembangan kompetensi,” imbuhnya.

Sekadar informasi, Rumah Padat Karya Viaduct memiliki sejumlah fasilitas mulai sari coffee shop, barbershop (cukur rambut) hingga cuci motor dan mobil. Dari tiga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) itu, yang paling banyak diminati masyarakat adalah coffee shop.

Rumah Padat Karya Viaduct ini dapat meraup omzet hingga Rp88 juta per bulan. Omzet itu nantinya digunakan untuk gaji, biaya operasional dan masih banyak lainnya.

Sebanyak 23 warga Surabaya yang berstatus MBR juga dilibatkan di sana dengan taksiran pendapatan rata – rata Rp 4 juta per orang dalam setiap bulan. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.