KPID Jawa Timur Apresiasi Lembaga Penyiaran

Yovie Wicaksono - 1 January 2022

SR, Surabaya – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur mengapresiasi lembaga penyiaran, baik radio maupun televisi yang telah berusaha bertahan bahkan menjadi elemen penting dalam upaya penanganan maupun pemulihan dari pandemi Covid-19.

Dimana data dari KPID Jawa Timur menunjukkan, selama masa pandemi yang berlangsung sekira 2 tahun, sebanyak 400 televisi dan radio yang berizin di Jawa Timur secara berkala menyampaikan iklan layanan masyarakat (ILM) yang melibatkan Gubernur Jawa Timur dan beberapa tokoh masyarakat secara gratis atau tidak berbayar. 

“Penyiaran dan penayangan iklan layanan masyarakat secara gratis selama beberapa saat merupakan salah satu bentuk pengorbanan yang luar biasa. Ini yang kami apresiasi,” ujar komisioner KPID Jawa Timur terpilih periode 2021-2024, Immanuel Yosua dalam Sosialisasi Pengawasan Isi Siaran, Komisioner KPID Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Terkait hal ini, komisioner senior KPID Jawa Timur Eko Rinda Prasetyadi dan Komisioner Bidang Isi Siaran Malik Setiawan menyatakan, apa yang dilakukan oleh lembaga penyiaran yang dimaksud adalah bentuk kepedulian sosial sekaligus ketaatan terhadap Pedoman Perilaku Penyiaran Standar Program Siaran (P3SPS) yang merupakan acuan dalam bersiaran. Dalam ketentuan yang dimaksud dinyatakan bahwa lembaga penyiaran wajib memberikan slot iklan gratis terhadap iklan layanan masyarakat yang berkaitan dengan keselamatan dan kebencanaan.

Soal pelanggaran, KPID Jawa Timur melaporkan bahwa selama 5 tahun dari 2016 hingga 2021, terdapat sebanyak 18.349 potensi pelanggaran. Jumlah tertinggi terjadi pada 2021 dengan jumlah 5300 potensi pelanggaran. 

KPID Jawa Timur melaporkan hasil pengawasan isi siaran dan juga kegiatan yang dilakukan selama 5 tahun dari 2016 hingga 2021. Dari sisi pelanggaran, KPID Jawa Timur melaporkan bahwa selama kurun waktu yang dimaksud terdapat potensi pelanggaran sejumlah 18.349 potensi pelanggaran. Jumlah tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan jumlah 5300 potensi pelanggaran. 

Korbid Penindakan Pelanggaran Isi Siaran Immanuel Yosua menjelaskan, yang dimaksud dengan potensi pelanggaran adalah jumlah pelanggaran yang terdapat dalam program siaran dari hasil monitoring, temuan dan juga pengaduan masyarakat. Potensi pelanggaran ini dihitung berdasarkan jumlah pelanggaran dalam satu program siaran maupun waktu penayangan atau penyiaran. 

“Ini akan diproses menjadi pelanggaran yang mengakibatkan adanya sanksi bagi program siaran yang dimaksud. Dan tentunya jumlahnya jauh lebih sedikit karena berbasis program acar,” ujarnya.

Malik Setiawan menambahkan, pada masa pandemi peningkatan potensi pelanggaran maupun pelanggaran yang berujung sanksi mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Penyebabnya dua, dari sisi lembaga penyiaran, tayangan atau siaran yang berpotensi pelanggaran seperti iklan vitalitas sebelum waktu tayang yang ditentukan menjadi “potensi kue” yang menarik. Sementara dari sisi penonton, jumlah penonton di masa pandemi mengalami peningkatan, dan sebagian yang memiliki daya kritis menyampaikan pengaduan ke KPID,” katanya.

Sekadar informasi, selain laporan hasil monitoring, dalam sosialisasi terbatas tersebut, KPID Jawa Timur juga menyampaikan kegiatan lain yang dilakukan baik terkait perizinan, pembinaan lembaga penyiaran dan literasi kepada masyarakat. 

Hadir dalam sosialisasi tersebut, semua komisioner KPID Jawa Timur Periode 2016-2019 dan perpanjangannya, diantaranya Afif Amrullah, Amalia Rosyadi Putri, Eko Rinda Prasetyadi, Malik Setyawan dan Immanuel Yosua. Sosialisasi ini menjadi laporan akhir periode sehubungan dengan telah terbentuknya kepengurusan KPID Jawa Timur Periode 2021-2024.

Untuk anggota KPID Periode 2021-2024, telah terpilih dan ditetapkan 7 orang anggota atau komisioner KPID Jawa Timur. Mereka diantaranya Afif Amrullah dan Immanuel Yosua yang merupakan petahana dan 5 orang anggota baru diantaranya Romel Masykuri, Royin Fauziyah, Dian Eka Riani, Habib M Rohan dan Sundari. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.