Komisi E DPRD Jatim Apresiasi Pembentukan Destana

Yovie Wicaksono - 3 February 2021
Pembentukan Destana di Lumajang yang dilaksanakan pada Selasa (2/2/2021). Foto : (Istimewa)

SR, Lumajang – Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mengapresiasi pembentukan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) yang dilakukan BPBD Jatim di sejumlah desa/kelurahan.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Ir Artono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/2/2021) mengatakan, upaya mengedukasi masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana itu dinilai sangat tepat mengingat Jawa Timur memiliki kerentanan bencana yang tinggi.

Bahkan, pihak komisi E juga setuju mengusulkan tambahan jumlah Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) yang dikelola BPBD Jatim. 

“Untuk 38 kabupaten/kota yang semuanya memiliki kerentanan bencana, jumlah satu unit Mosipena tentu masih kurang. Idealnya, setiap daerah memiliki satu Mosipena. Hanya tentu, prosesnya harus bertahap,” ujar Anggota Komisi E DPRD Jatim, Hari Putri Lestari.

“Kalau untuk Lumajang, coba nanti saya usulkan melalui bupatinya, Cak Thoriq. Sebab, ini penting untuk mengedukasi masyarakat,” imbuh Umi Zahro.

Seperti diketahui, pembentukan Destana di Lumajang yang dilaksanakan pada Selasa (2/2/2021), kali ini dihadiri tiga anggota DPRD Jatim, yakni, Wakil Ketua Komisi E, Ir H. Artono MM, dan dua anggota komisi E, Hari Putri Lestari dan Hj Umi Zahro.

Turut mendampingi, Plt Kalaksa BPBD Jatim yang diwakili Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Gatot Soebroto, Kalaksa BPBD Kab. Lumajang Indra Wibowo Leksana, Camat Pasirian Trikondo Cahjono, dan Kades Selok Anyar, Nur Hasim.

Usai seremoni pembukaan oleh Wakil Ketua Komisi E Artono, pembentukan Destana lalu ditandai dengan penyerahan simbolis bantuan masker oleh anggota Komisi E, Hj Umi Zahro dan penyerahan bibit pohon oleh Hari Putri Lestari kepada Kades Nur Hasyim.

Selain itu, pembentukan Destana kali ini juga ditandai dengan penanaman bibit pohon Mangga dan Srikaya di area Balai Desa Selok Anyar oleh ketiga anggota Komisi E DPRD Jatim. Pembentukan Destana di desa dengan potensi bencana tsunami ini juga disemarakkan dengan hadirnya Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) di balai desa setempat.

Sementara, Gatot Soebroto dalam sambutannya menyampaikan bahwa Jawa Timur ini merupakan etalase bencana di tanah air. Sebab, semua jenis bencana di Indonesia juga berpotensi terjadi di Jatim. Termasuk, bencana likuifaksi (tanah bergerak) yang pernah terjadi di Palu, beberapa tahun lalu.

Terkait pembentukan Destana, Gatot menjelaskan, jika tahun ini BPBD Jatim akan membentuk 40 Destana. Dengan tambahan ini, jumlah total Destana di Jatim akan berjumlah 702 desa/kelurahan. 

“Tapi angka itu masih jauh dari jumlah desa rawan bencana di Jatim yang jumlahnya sekitar 2.742 desa/kelurahan,” terangnya.

Selain di Lumajang, pembentukan Destana hari ini juga dilangsungkan di tiga lokasi lain, yakni, Kelurahan Kepel Kec. Bugul Kidul Kota Pasuruan, Desa Kedungpanji Kec. Lembeyan Kab. Magetan dan Desa Banjarjo Kec. Kebonagung Kab. Pacitan.

Khusus di Kota Pasuruan, pembentukan Destana juga dihadiri anggota Komisi E DPRD Jatim, Hasan Irsyad, dengan didampingi Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jatim, Andika N. Sudigda. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.