Komika dan Pengusaha Usulkan PDI Perjuangan Fasilitasi Gen Z Garap Ekonomi Kreatif

Rudy Hartono - 23 November 2025
Gelaran talkshow Red Talks kolaborasi PDI Perjuangan Jatim dan media hadirkan berbagai narasumber di Dyandra Surabaya, Sabtu (22/11/2025). (foto: tangkapan layar)

SR, Surabaya – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur bersama beberapa media menggelar Talkshow Red Talks “Suara Muda untuk Jatim Keren” di Dyandra Convention Hall Surabaya, Sabtu (22/11/2025).

Tak sekadar talkshow, Red Talks menghadirkan 11 narasumber kompeten. Mulai dari anak muda hingga pakar di bidangnya, mengupas tuntas tantangan, potensi, dan evaluasi untuk PDI Perjuangan secara gamblang.

Komika asal Surabaya, Yudhit Ciphardian saat menjadi pembicara di Talkshow Red Talks “Suara Muda untuk Jatim Keren” di Dyandra Convention Hall Surabaya, Sabtu (22/11/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Salah satunya diungkapkan komika Yudhit Ciphardian. Komedian asal Surabaya itu melihat adanya gap (kesenjangan) yang diciptakan politisi dengan masyarakat.

Contohnya pada kasus mantan Anggota DPR RI Sahroni yang mengeluarkan pernyataan tak mengenakan, seakan menantang rakyat dan berimbas pada pecahnya aksi demonstrasi di berbagai daerah pada akhir Agustus 2025 lalu.

Pernyataan yang menyakiti hati rakyat, lanjutnya, mempertebal ketimpangan dan turunnya kepercayaan rakyat pada politisi. Terlebih, saat ini informasi sangat mudah tersebar melalui media sosial.

“Ini ketiga survei litbang itu yang sekarang memang semuanya terasa berjarak kayak kasus sahroni, dan lainnya,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap PDI Perjuangan Jatim lebih banyak bertemu rakyat, terutama generasi Z dan milenial. Melakukan diskusi terbuka dengan berbagai kalangan.

“Mungkin perlu lebih banyak bertemu gen-Z dan milenial. Sekarang mereka yang menentukan arah berbangsa kita, acara seperti ini mestinya harus ada di kampus, tempat yang lebih egaliter,” ujarnya.

CEO PT Baba Rafi Indonesia, Hendi setiono saat menjadi pembicara di Talkshow Red Talks “Suara Muda untuk Jatim Keren” di Dyandra Convention Hall Surabaya, Sabtu (22/11/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Selain itu, sebagai pelaku seni, ia juga berharap PDI Perjuangan Jatim mampu menghidupkan ekonomi kreatif. Menurutnya, di era digital, partai politik tidak bisa lagi mengandalkan pidato atau orasi semata.

Jika ingin meraih suara rakyat harus betul-betul berdampak. Salah satunya bisa lewat ekonomi kreatif. “Kalau ekonomi kreatif difasilitasi pasti pemilihnya bakal bertambah,” prediksinya.

“Yang lumayan penting itu ekonomi kreatif. Teman teman di lingkup saya itu yang menggeluti ekonomi kreatif dan PDI perjuangan Jatim sepatutnya update, agar mengerti perkembangan digital,” imbuhnya.

Hal serupa disampaikan CEO PT Baba Rafi Indonesia, Hendi setiono. Perintis usaha kebab sejak 2005 tersebut menyoroti potensi PDI Perjuangan di dunia kuliner.

Menurutnya jika jeli, partai berlambang banteng moncong putih itu bisa memanfaatkan ciri khas mereka yakni warna merah untuk membantu UMKM. Misalkan dengan memberi pelatihan skill usaha, kredit KUR, dan gerobak merah untuk berdagang.

Kolaborasi ini selain membantu UMKM, juga akan meningkatkan brand awareness masyarakat pada partai politik. “Nilai tambah dari PDI Perjuangan adalah warna nya yang menyala. Saya pikir jika program misalkan bagikan gerobak gratis di masyarakat dilajukan pdi, karena warna merah ini untuk FnB biasanya lebih laku di masyarakat,” sebutnya.

“Ini akan memunculkan brand awareness yang bisa berdampak ke pemilihan nanti. Apalagi sekarang anak muda banyak yang cita-citanya pengen jadi pengusaha,” tandasnya. (hk/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.