Kolaborasi dengan WKRI, Agatha Berdayakan Perempuan di Bidang Ekonomi

Yovie Wicaksono - 10 May 2021
Kolaborasi dengan WKRI, Agatha Berdayakan Perempuan di Bidang Ekonomi. Foto : (Super Radio/Hamidia Kurnia)

SR, Surabaya – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur (Jatim) Agatha Retnosari berdayakan perempuan dengan menggelar pelatihan membuat kue bersama Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) di ruang pertemuan Gereja Katolik St Aloysius Gonzaga, Minggu (9/5/2021).

Diversifikasi pangan dipilih sebagai tema, karena disaat pandemi Covid-19, banyak sektor yang terdampak, salah satunya bahan pokok makanan. Sehingga diperlukan inovasi-inovasi agar saat terjadi kelangkaan, masyarakat tetap bisa bertahan dengan mengganti penggunaan bahan pokok utama ke bahan pokok lain.

“Kita harus melakukan inovasi supaya kita bisa melakukan diversifikasi pangan, jadi tidak melulu hanya makan nasi atau beras, sehingga pada saat ada kelangkaan beras di pasar ibu-ibu jadi panik. Kan kalau sudah biasa mengembangkan jenis-jenis makanan, walaupun misalnya harga beras naik tidak akan menjadi persoalan,” ujar Agatha.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian reses atau melakukan kegiatan di luar masa sidang, terutama di luar gedung DPR. Dan menjadi salah satu tanggung jawabnya sebagai kader PDI Perjuangan untuk mengedukasi masyarakat terhadap diversifikasi pangan.

“Diversifikasi pangan ini cocok dengan yang disarankan ibu ketua umum Megawati Soekarno Putri di hari Kartini lalu, beliau mengatakan agar semua kader melakukan edukasi ke semua lapisan masyarakat khususnya ibu-ibu untuk melakukan diversifikasi pangan, jadi apa yang saya lakukan adalah bagian kewajiban saya sebagai kader banteng,” kata perempuan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini.

Kedepan, Agatha akan mengusulkan pelatihan pemberdayaan perempuan lainnya, serta mengawal dan bersama-sama membangun semua perempuan di Jatim menjadi lebih berdaya khususnya di bidang perekonomian.

Sementara itu, RD Bowo selaku Romo Paroki Aloysius Gonzaga senang dengan acara reses ini dan berharap sosialisasi yang telah dilakukan Agatha bisa ditindaklanjuti.

“Acara jaring aspirasi mbak Agatha ini baik, artinya warga yang menjadi konstituen dari mbak Agatha ini benar-benar disentuh, yang saya katakan adalah pemimpin yang amanah yang mau merangkul itu. Sehingga dengan program-program reses yang ditawarkan ke warga katolik khususnya, kemudian bisa disosialisasikan dengan baik dan tinggal ditindaklanjuti saja,” ujarnya.

Dikatakan, selama ini masih banyak perempuan yang belum tersentuh program-program pemerintah, seperti yang terjadi pada WKRI.

Sekadar informasi, WKRI adalah Ormas Perempuan Katolik yang telah berdiri sejak 1924 dan tersebar di 38 Kota/Kabupaten Jawa Timur. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.