Ketua DPRD Surabaya Apresiasi Langkah Cepat Eri – Armuji

Yovie Wicaksono - 6 April 2021
Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono. Foto : (Super Radio/Hamidiah Kurnia)

SR, Surabaya – Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono mengapresiasi langkah cepat dalam mengambil kebijakan yang dilakukan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan Armuji, meski belum mencapai 100 hari kepemimpinan setelah pelantikan.

“Kalau sejauh ini iya (sudah bagus, red), bahkan sudah cukup cepat Pak Eri dan Pak Armuji mengambil langkah-langkah tindakan,” ujarnya, Selasa (6/4/2021).

Menurutnya, di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, ada dua kebijakan yang menjadi fokus utama, yakni penuntasan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

“Saat ini konsentrasinya ada dua, penuntasan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Bahkan Mas Eri sudah menyampaikan akan menunda dulu pembangunan infrastruktur fisik agar dananya bisa dialihkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata pria yang akrab disapa Awi ini.

Adapun salah satu langkah untuk pemulihan ekonomi yang telah dilakukan Eri – Armuji adalah membuka kran bagi restoran, hotel, cafe dan rumah hiburan umum (RHU) untuk kembali beroperasi di masa pandemi supaya roda ekonomi masyarakat bergerak, dengan catatan penerapan protokol kesehatan ketat disertai sanksi bagi pihak yang melanggar.

“Kelurahan juga diharapkan untuk meng collect potensi UMKM di wilayahnya, sebanyak mungkin agar UMKM di Surabaya terdaftar di Pemerintah Kota Surabaya, sehingga bisa mendapatkan intervensi kebijakan berupa akses modal, fasilitas pasar dan sebagainya itu,” ujar politisi asal PDI Perjuangan ini.

Terlebih, imbuh Awi, Pemerintah Kota Surabaya telah menetapkan penghasilan minimal setiap keluarga ber-KTP Surabaya minimal Rp7 juta per bulan.

Selain itu, Eri – Armuji telah mencetuskan jaminan kesehatan semesta, dimana warga Surabaya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan lebih cepat, hanya dengan menunjukkan KTP. “Itu menurut saya terobosan yang luar biasa,” katanya.

Kemudian kebijakan yang lain adalah membuat kelurahan dan kecamatan menjadi garda terdepan dalam hal pelayanan publik. “Kelurahan dan kecamatan diharapkan menjadi garda terdepan, jadi cukup selesai di kecamatan dan kelurahan,” ujar Awi.

Sebelumnya, Eri Cahyadi juga telah mengumpulkan camat se-Surabaya untuk membangun kerangka pikiran yang sama untuk menyelesaikan persoalan warganya. Nantinya, lurah harus memberitahukan nomor teleponnya kepada warganya.

“Sehingga kemudian gebrakan itu membuat rakyat ketika ada persoalan tau dia harus kemana mengadu, ada kehadiran lurah, pemerintah, negara dalam mengatasi persoalan warganya. Kan tidak semuanya bisa ditangani oleh Wali Kota Surabaya,” imbuhnya.

Ia pun mengingatkan kepada masyarakat bahwa sebaik-baiknya pemerintahan, tidak akan pernah bisa berhasil jika tidak ada  peran serta dan gotong royong dari warganya.

“Surabaya ini dikenal partisipasi publiknya sangat bagus dari waktu ke waktu, program apa saja di Pemerintah Kota Surabaya selalu mendapatkan tempat dihati masyarakat, mendapatkan supporting dari masyarakat. Selama ini begitu, sejak era jaman Mas Bambang DH, Bu Risma dan kini Mas Eri. Hubungan antara kepala daerah dengan masyarakat sangat intim dan hangat,” tandasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.