BNN Ajak Pemerintah dan BUMN Bentuk Penggiat Anti Narkoba

Yovie Wicaksono - 12 February 2020
Ilustrasi

SR, Surabaya – Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Direktorat Peran Serta Masyarakat Deputi Pemberdayaan Masyarakat mengajak pemerintah dan BUMN untuk membentuk penggiat anti narkoba yang berperan aktif mencegah penyalahgunaan narkoba di tiap lembaga atau BUMN masing-masing.

“Kami menilai pemerintah baik melalui Kementerian, Lembaga dan BUMN merupakan institusi yang strategis dalam meningkatkan upaya Pencegahan dan Pemberantasan dan Penyalahgunaan Peredaran gelap Narkoba (P4GN) di Indonesia. Ketiganya memiliki pengelolaan sumber daya baik manusia, keuangan, serta sarana prasana yang cukup memadai,” kata Direktur Peran Serta Masyarakat BNN, Mohammad Jupri, Rabu (12/2/2020).

Ia mengatakan, permasalahan narkoba bukan hanya masalah BNN, tetapi masalah seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, lingkungan pendidikan dan lingkungan swasta.

“Semua memiliki peran serta dalam upaya P4GN,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, pihaknya mengajak instansi pemerintah dan BUMN yang ada untuk dapat membangun jejaring kerja antar instansi. Hal itu untuk mewujudkan kepedulian instansi pemerintah dalam upaya P4GN, serta meningkatkan sinergitas program melalui pemetaan calon penggiat anti narkoba.

Jupri menilai, kepedulian masyarakat terhadap narkoba masih sangat kurang. Seperti munculnya permasalahan ganja yang minta untuk dilegalkan dari sekelompok masyarakat. Adanya permasalah tersebut, lanjut dia, membuktikan narkoba merupakan salah satu masalah serius yang dihadapi Bangsa Indonesia dan menjadikan Indonesia berada dalam situasi darurat narkoba.

“Hal penting yang perlu diketahui oleh para penggiat anti narkoba adalah narkoba memiliki daya rusak lebih besar dari pada korupsi dan terorisme. Kami meminta pemerintah dan BUMN agar segera menyusun regulasi terkait upaya pencegahan di instansi masing-masing,” tegasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.