Kembangkan Mosiologi, Pengunjung Museum Sepuluh Nopember Meningkat

Yovie Wicaksono - 8 May 2019
Salah satu koleksi yang ada di Museum Sepuluh November, Surabaya. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Animo masyarakat terhadap Museum Sepuluh Nopember terus mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir.

“Beberapa tahun terakhir memang ada peningkatan animo bagaimana masyarakat ini mengapresiasi keberadaan Museum Sepuluh Nopember, dimana peningkatan itu bisa kita lihat dari data frekuensi kunjungan yang masuk,” ujar Kurator Museum Sepuluh Nopember M. T. Agus kepada Super Radio, Rabu (8/5/2019).

Agus mengatakan, meningkatkannya animo masyarakat yang berkunjung ke destinasi wisata sejarah museum itu dikarenakan adanya pergeseran paradigma.

“Disini kita berusaha merubah pola pikir masyarakat, kalau dulu masyarakat melihat museum adalah tempat yang menyimpan benda-benda usang dan membosankan, kini kita coba geser itu dengan mengajak masyarakat untuk mencintai museum,” terang Agus.

Beberapa hal yang dilakukan, kata Agus, adalah dengan membuat konsep museum yang lebih mengedepankan konteks mosiologi daripada konteks koleksi.

“Artinya tidak hanya melihat kepada sebuah objek saja yang kita kaji, tapi nilai dalam konteks museum itu apa yang bisa kita komunikasikan ke publik, itu yang kita kembangkan,” tambah pria yang telah menjadi Kurator Museum Sepuluh Nopember sejak 21 tahun lalu ini.

Untuk mendukung konten-konten yang ada di Museum Sepuluh Nopember, pihaknya  melakukan sebuah perubahan dalam hal pelayanan, bagaimana membuat pengunjung nyaman berada di museum, serta mempermudah akses pengunjung untuk mendapat informasi konten koleksi yang ada.

“Kalau dulu orang datang ke museum tanpa dipandu akan bingung, tapi sekarang sudah dilengkapi dengan QR Code, diorama statis dengan 6 bahasa, diorama elektronik sebagai tempat pemutaran film dokumenter pertempuran Surabaya yang dilengkapi video maping dan animasi,” tambahnya.

Sekedar informasi, dalam tiga bulan terakhir, jumlah pengunjung di museum yang terletak di kompleks Tugu Pahlawan ini mengalami fluktuasi. Pada  Januari 2019 jumlah pengunjung sebanyak 24,365 orang, Februari (23,975 orang), dan Maret (28,954 orang).

Dalam catatan, bulan puasa biasanya merupakan low season kunjungan Museum Sepuluh Nopember. Sedangkan pada Oktober dan November merupakan high season kunjungan, karena adanya peringatan Hari Pahlawan yang menjadi simbol dari kota Surabaya.

Pada tahun 2018, tercatat 324,175 orang mengunjungi Museum Sepuluh Nopember. Di tahun tersebut, jumlah terbanyak ada di bulan Oktober, yakni 42,518 pengunjung, dan November 38,753 pengunjung.

Jam berkunjung Museum Sepuluh Nopember untuk Senin hingga Jumat mulai dari 10.00 – 16.00 WIB, sedangkan pada Sabtu dan Minggu mulai 07.00 – 15.00 WIB. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.