Kasus Guru Banting Siswa SD, Arjuna Usul Ada Evaluasi Tes Psikis untuk Para Pendidik
SR, Surabaya – Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya Arjuna Rizki Dwi Krisnayana berharap ada evaluasi sertifikasi psikis untuk para tenaga pendidik di Surabaya.
Hal ini menyusul kejadian oknum guru BAZ (33) sekaligus pelatih futsal yang membanting siswa di pertandingan olahraga, Minggu (27/4/2025).
Menurutnya hal itu telah mencoreng karakter pendidikan yang dijunjung di Kota Pahlawan. Terlebih status pelaku adalah ASN PPPK di salah satu SD Negeri.
“Untuk yang membanting harus diperhatikan lagi, itu guru ekstrakurikuler atau guru negeri. Standarisasi khusus memang layak biar tidak terjadi lagi tragedi ini,” ucapnya, Jumat (2/5/2025).
Anggota Fraksi PDI Perjuangan Surabaya itu menyebut, karakter pendidikan harusnya berakar pada pancasila. Dan yang dilakukan pelaku jauh dari itu.
Untuk itu perlu penguatan karakter pendidikan. Tak hanya ke anak-anak, melainkan juga ke para pengajar. Sebab sekolah adalah rumah kedua dan guru adalah contoh bagi murid.
Jika tidak ditindak lanjuti, ada kekhawatiran pemakluman dan berujung kekerasan dianggap normal di lingkup pendidikan.
“Berkaca dari guru yang banting siswa ini, karakter pendidikan harus diperkuat harus dibentuk sesuai pancasila. Disitu ada butir pancasila yang diamalkan akan jadi karakter khas indonesia,” tandasnya.
Sementara itu, di lain kesempatan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah menginstruksikan inspektorat untuk memeriksa saksi kasus tersebut.
Ia pun meminta sanksi berat dijatuhkan pada pelaku. Tak menutup kemungkinan pelaku akan dikeluarkan dari ASN. “Jangan sampai gaya mendidik rusak, sanksi nya bisa dikeluarkan walaupun laporan polisi sudah dicabut. Ini jadi contoh, kalau guru diisi seperti jni maka akan jadi beban, anak itu mencontoh,” jelasnya. (hk/red)
Tags: anggota dprd, arjuna, dibanting, futsal, kekerasan, Siswa SD, superradio.id, surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





