Kapasitas Penuh, RS Unair Sementara Tak Terima Pasien Covid-19 Baru

Yovie Wicaksono - 29 May 2020
Surat edaran tentang penutupan dan pembatasan penerimaan pasien baru Covid-19 sementara waktu oleh RSUA dan penerimaan sampel uji lab Covid-19 oleh ITD. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Surabaya, Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya (RSUA) saat ini masih merawat atau melayani lebih dari 100 pasien positif Covid-19. Dengan keterbatasan bed atau tempat tidur untuk isolasi pasien, RSUA pun untuk sementara waktu menutup layanan atau tidak menerima pasien Covid-19 baru.

“Penutupan layanan untuk RSUA ini untuk sementara waktu. Hal serupa juga dilakukan Institut Tropical Disease (ITD) Unair untuk pengujian sampel baru Covid-19 dan hanya akan menerima sampel baru Covid-19 dari RSUA saja,” kata Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih, Kamis (28/5/2020).

Ia mengatakan, saat ini tercatat ada 100 lebih pasien yang sedang dalam perawatan di RSUA. Hal itu, kata dia, jumlahnya semakin hari terus bertambah.

“Karena keterbatasan tempat tidur yang kami miliki, tentu kebijakan penutupan sementara kami ambil,” ungkapnya.

Ia mengaku tak ingin memaksakan RSUA untuk tetap menerima pasien baru karena kapasitas tempat tidur tidak ada.

“Hal ini (jika terima pasien baru) justru akan menimbulkan masalah baru. Tidak mungkin pasien akan dirawat seadanya atau bahkan kami taruh di IGD (Instalasi Gawat Darurat),” jelasnya.

Menurutnya, penutupan sementara ini merupakan ikhtiar RSUA untuk melakukan penataan internal dan penambahan fasilitas yang masih kurang.

“Penutupan sementara ini murni karena keterbatasan tempat tidur. Meski, saat ini juga sedang dalam proses penambahan. Semua perlu waktu dan rancangan kami, dalam waktu dekat ada penambahan 100 tempat tidur,” ungkapnya.

Terkait penutupan layanan pengujian sampel Covid-19 di ITD Unair, ia berdalih karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki.

“Ke depan, kami tidak ingin adanya penumpukan sampel Covid-19 yang harus menunggu lama dalam proses pengujiannya,” ujarnya.

Usai penataan internal tersebut, Unair ingin sampel yang masuk pada hari itu bisa diproses dan hasilnya segera bisa diketahui.

“Sekali lagi, tindakan dan kebijakan yang kami ambil ini, semua demi keselamatan dan kesehatan banyak pihak. Baik masyarakat maupun tenaga medis,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.