Kanker Serviks dan Payudara Lebih Dominan di Jatim

Yovie Wicaksono - 6 February 2020
Salah Satu Koleksi di Museum Kanker Surabaya. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur pada 2019 menunjukkan, kanker serviks atau kanker leher rahim, dan kanker payudara, mendominasi kasus kanker di Jawa Timur. Dimana angka penderita kanker serviks mencapai 13.078 kasus, sedangkan tumor payudara mencapai 12.186 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Timur, dr. Herlin Ferliana menjelaskan, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, prevalensi kanker di Jawa Timur adalah 2,2 per 1.000 penduduk. Jika dikonversikan dengan jumlah penduduk Jawa Timur, maka jumlah pasien kanker ada 86.000.

“Meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2013 yang prevalensinya sebesar 1,6 per 1.000 penduduk,” ujarnya, Rabu (5/2/2020).

Kemudian, prevalensi kanker pada perempuan di Jawa Timur berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, lebih banyak jika dibandingkan dengan laki-laki. Antara lain, perempuan sebanyak 3,5 per 1.000 penduduk, sedangkan laki-laki 0,8 per 1.000 penduduk.

“Prevalensi kanker pada penduduk perkotaan sebanyak 2,6 per 1.000 penduduk, lebih tinggi jika dibandingkan dengan penduduk pedesaan sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk,” tambahnya.

Guna penanggulangan kanker di Jawa Timur, berbagai kegiatan dilakukan, antara lain, menyiapkan fasilitas kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif, meliputi, promosi kesehatan, menggunakan seluruh saluran media dengan melibatkan peran serta masyarakat.

“Seperti PKK, Yayasan Kanker Indonesia, Yayasan Kanker Anak Indonesia, dan lain lain,” katanya. 

Kemudian promosi ditekankan pada perilaku CERDIK (Cek kesehatan, Enyahkan Asap Rokok, Rajin olahraga, Diet seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stress). 30-50 persen kanker dapat dicegah dengan perilaku CERDIK.

Lalu untuk preventif, dengan melakukan imunisasi hepatitis B, imunisasi Human Papilloma Virus, pengobatan hepatitis C, deteksi dini kanker serviks dengan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dan Pap Smear, Sadanis (Pemeriksaan Payudara secara Klinis).

“Pengobatan, dengan menyediakan rujukan untuk Cryo bila hasil IVA positif. Pengobatan yang didukung oleh BPJS dengan menyiapkan rumah sakit rujukan yang mampu memberikan pengobatan kanker secara paripurna, serta rehabilitasi,” terangnya.

Selain itu, penguatan peran serta masyarakat dengan melibatkan Ormas dan Yayasan yang peduli pada kanker seperti Muslimat, Aisyiyah, YKI, maupun YKAKI. Peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini secara mandiri. 

“Misalnya melalui SADARI, Pemeriksaan Payudara Sendiri,” imbuhnya.

Kadinkes berpesan kepada masyarakat senantiasa membiasakan untuk hidup sehat dengan menghindari bahan-bahan yang bersifat teratogenik (penyebab kanker), misalnya asap rokok, plastik pada makanan, bahan tambahan pangan yang berbahaya.

“Laksanakan perilaku CERDIK untuk menurunkan risiko kanker dan penyakit tidak menular yang lain,” lanjutnya.

Segera memeriksakan diri bila menemui kondisi yang tidak biasa pada saat melakukan SADARI atau menemui benjolan yang biasanya tidak ada, atau perempuan yang mengalami keputihan. Mengajak seluruh anggota masyarakat, termasuk akademisi, dan kalangan dunia usaha.

“Untuk berperan aktif dalam mencegah, mengobati kanker serta memberikan dukungan pada pasien kanker, sesuai tema Hari Kanker Sedunia,” tandasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.