Kandidat Sekda Surabaya Adu Gagasan di Hadapan Pansel

Rudy Hartono - 1 August 2025
Pejabat eselon II Pemerintah Kota Surabaya memaparkan visi dan strategi mereka dalam tahap presentasi dan wawancara seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Surabaya, Jumat (1/8/2025), di Ruang Sidang Wali Kota. (Foto: Kominfo)

SR, Surabaya – Empat pejabat eselon II Pemerintah Kota Surabaya memaparkan visi dan strategi mereka dalam tahap presentasi dan wawancara seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Surabaya, Jumat (1/8/2025), di Ruang Sidang Wali Kota. Tahapan ini merupakan bagian dari proses Seleksi Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang digelar secara terbuka.

Seleksi dihadiri lima panelis, yakni Aba Subagja (Deputi SDM Aparatur Menpan-RB), Prof. Fendy Suhariadi (Unair), Prof. Hera Widyastuti (ITS), Prof. Badri Munir Sukoco (Unair), dan Indah Wahyuni (BKD Provinsi Jatim).

Paparan diawali oleh Dedik Irianto, Kepala DLH Surabaya, yang menekankan pentingnya sinergitas dalam pembangunan partisipatif menuju Surabaya Kota Dunia.

Berikutnya, Rachmad Basari, Kepala Bapenda, mengusung konsep pembangunan inklusif melalui kolaborasi multi-stakeholder dan optimalisasi potensi daerah.

Calon ketiga, Lilik Arijanto, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, memaparkan pentingnya sinergi dengan pemangku kepentingan untuk mendorong transformasi Surabaya yang humanis dan berkelanjutan.

Sementara itu, Eddy Christijanto, Kepala Dispendukcapil, menyajikan gagasan “Strategi Koki Birokrasi” untuk mewujudkan Surabaya sebagai Global Smart City.

Ketua Pansel Prof. Fendy menegaskan bahwa seluruh peserta memiliki rekam jejak dan kompetensi yang kuat. “Mereka semua bagus karena sudah melewati proses panjang, mendaftar sendiri, dan merupakan kepala OPD yang ahli di bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Fendy menyebut, penilaian difokuskan pada keselarasan visi calon dengan visi Wali Kota Surabaya, integritas, serta kemampuan kepemimpinan. “Calon Sekda akan menjadi orkestrator Pak Wali untuk mengadministrasikan dan mengkolaborasikan semua OPD,” katanya.

Pansel juga meminta para kandidat menilai diri sendiri dalam skala 10–100, sebagai bagian dari uji kejujuran.

Setelah tahap ini, hasil seleksi akan diserahkan kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. “Tugas kami selesai sampai di sini. Selanjutnya keputusan ada di Pak Wali,” imbuh Fendy.

Sekretaris Pansel, Indah Wahyuni, turut menyampaikan bahwa seluruh kandidat dinilai layak. “Mereka adalah talenta-talenta terbaik dari Kota Surabaya. Siapa pun yang terpilih, semoga itu yang terbaik untuk kota ini,” ujarnya, mengakhiri. (*/rri/red)

 

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.