Jumlah Permintaan Bertambah, Harga Tahu Kuning Naik

Yovie Wicaksono - 8 June 2019
Proses produksi tahu kuning, oleh-oleh khas Kediri. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sejumlah pengrajin tahu kuning, makanan khas oleh-oleh Kediri di lingkungan Kelurahan Tinalan,  saat ini mulai meningkatkan produksinya.

Di momen Lebaran seperti sekarang, produksi tahu kuning per harinya bisa mencapai 10 ribu biji. Peningkatan jumlah produksi tahu ini dilakukan karena tingginya permintaan konsumen.

Salah satu pengrajin tahu di Kelurahan Tinalan,  Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Purborini (28) mengatakan pada bulan Ramadan kemarin ia hanya bisa memproduksi kisaran 4-6 ribu per hari, namun untuk sekarang jumlah produksi ditingkatkan menjadi 10 ribu biji per hari.

Karena banyaknya pesanan, ia terpaksa mempekerjakan para karyawannya disaat libur Lebaran. Sebagai kompensasinya, ia harus memberi upah lembur kepada para karyawannya. Disamping itu, jumlah bahan baku kedelai untuk pembuatan tahu juga ditambah.

Guna menutup biaya operasional tersebut, harga tahu terpaksa harus dinaikan. Jika sebelumnya 10 biji tahu plus tempat beseknya dibandrol 14 ribu. Kini naik 3 ribu, berubah menjadi 17 ribu.

“Mulai naik malam takbir, kalau harga normal pakai besek 14 ribu. Lebaran  jadi 17 ribu plus besek. Ada kenaikan harga 3 ribu untuk isi 10 biji tahu dan tempat beseknya,” ujar Purborini.

Konsumen yang datang ke tempatnya untuk memesan,  bukan hanya berasal dari Kediri melainkan juga dari daerah lain seperti Madura, Surabaya bahkan Jakarta sekali pun.

Karena bahan yang dipergunakan untuk memasak tanpa menggunakan campuran pengawet. Jika ditaruh di tempat terbuka, tahu buatannya hanya bisa bertahan sampai tiga hari. Jika ditempatkan ke dalam tempat pendingin, bisa bertahan hingga lima hari.

“Jika di suhu ruang bisa bertahan tiga hari, tapi kalau ditaruh di dalam kulkas bisa agak lama hingga lima hari,” ujar anak kedua dari pemilik usaha Marfuah ini.

Karena rasanya yang enak, gurih dan tanpa pengawet. Tahu kuning dan stik tahu buatan Purborini banyak diminati oleh para konsumen khususnya pemudik, serta para pedagang yang akan dijual kembali ke konsumen dengan harga bervariatif untuk memperoleh untung. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.