Jatim Siapkan 73 Miliar untuk Penanggulangan Bencana

Yovie Wicaksono - 5 January 2020
Peralatan yang disiapsiagakan BPBD Kabupaten Banyuwangi saat terjadi bencana baik di musim penghujan maupun musiam kemarau (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Surabaya – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), Sri Untari Bisowarno mengatakan, pada 2020 Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Jawa Timur mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp73.701.749.125 atau 73 Miliar untuk penanggulangan bencana di wilayah setempat.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur beserta dengan DPRD Jawa Timur pada saat pembahasan APBD yang lalu sudah menyiapkan anggaran kepentingan bencana ini sudah kita antisipasi, besarnya kemarin 73 Miliar,” ujarnya, Minggu (5/1/2020).

Guna mengoptimalkan penggunaan alokasi anggaran dalam penanggulangan bencana, Komisi E DPRD Jatim juga telah memberikan rekomendasi kepada BPBD Jatim.

“Kami merekomendasikan pelibatan masyarakat dan organisasi kemasyarakatan dalam melakukan penanggulangan bencana,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur ini.

Kemudian sinergitas penanggulangan bencana dengan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur dengan Pemerintah Provinsi yang berdampingan dengan Provinsi Jawa Timur.

Hal lainnya ialah mendidik fasilitator penanggulangan bencana dengan melibatkan masyarakat dalam rangka mitigasi responsif.  Serta menyusun kontijensi dan peta rawan bencana di Jawa Timur.

Selain itu juga pengadaan dan peningkatan sarana prasarana dalam upaya efektivitas penanggulangan bencana.

Pihaknya juga mengingatkan pentingnya meningkatkan sumber daya manusia dalam mendukung kegiatan kebencanaan.

“Jadi kita sudah ada persiapan yang cukup, seandainya sewaktu-waktu ada bencana alam di beberapa tempat di Jawa Timur kita sudah siap,” tandasnya.

Sekedar informasi, berdasarkan pemetaan yang dilakukan BPBD Jawa Timur, sebanyak 22 daerah di Jawa Timur rawan bencana selama musim penghujan, yakni berpotensi terkena banjir karena luapan sungai Bengawan Solo dan sungai Brantas.

Adapun daerah yang berpotensi terkena luapan banjir dari sungai Bengawan Solo di antaranya adalah Bojonegoro, Magetan, Madiun, Lamongan, Gresik, Ngawi, dan Tuban.

Sementara daerah yang yang berpotensi terkena luapan banjir sungai Brantas adalah Malang Raya, Kediri, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Probolinggo, Surabaya, Bondowoso, Lumajang, Banyuwangi, dan Jember.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi atau bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca, seperti banjir, longsor, dan puting beliung di Jawa Timur sejak 16 Desember 2019 hingga 150 hari ke depan yang tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/650/KPTS/013/2019. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.