East Side Gallery Meets Wadah Akulturasi Seni Jerman-Surabaya

Rudy Hartono - 20 May 2024
Pengunjung antusias dan mengagumi karya seni yang dipamerkan di "East Side Gallery Meets", di Wisma Jerman, Jl Taman AIS Nasution Surabaya, Sabtu (19/5/2024). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Wisma Jerman kenalkan “East Side Gallery Meets” ke khalayak publik. Asisten Program Budaya Wisma Jerman Dhahana Adi Pungkas mengatakan, tujuan kegiatan ini guna mengenalkan seni Jerman yang dipadukan dengan ciri khas Surabaya.

Terinspirasi dari sebuah galeri terbuka di Berlin bernama East Side Gallery, pihaknya menghadirkan beragam acara. Mulai dari mural, pameran, pertunjukan dance, lomba freestyle rap, hingga workshop yang melibatkan belasan seniman Surabaya.

Kegiatan pun berlangsung meriah di Wisma Jerman, Jl Taman AIS Nasution Surabaya. Dibuka mulai 18-22 Mei 2024, acara terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

“Kali ini kami ingin mengadaptasikan seni serupa di Wisma Jerman. Karya seni ini lebih menunjukkan kekhasan kota Surabaya, sebagai bagian dari kerjasama Indonesia-Jerman di kota Pahlawan,” ujarnya, Minggu (19/5/2024).

Sejatinya, East Side Gallery di negara asalnya merupakan pameran permanen di Friedrichshain-Kreuzberg, Jerman. Galeri tersebut menampilkan bentuk bentuk seni  dari sisa-sisa tembok Berlin yang runtuh pada tahun 1990.

Kala itu, Tembok Berlin menjadi tembok beton  yang membagi kota Berlin menjadi dua bagian, dibangun oleh pemerintah Jerman Timur (Republik Demokratik Jerman) pada tahun 1961 dengan tujuan untuk mencegah warga Jerman Timur melarikan diri ke Jerman Barat (Republik Federal Jerman).

Kesamaan semangat revolusi yang terjadi di Jerman dan Surabaya inilah, yang mendasari terbentuknya acara tersebut. “Projek ini menjadi wadah dari sejumlah pelaku suburban culture kota Surabaya,” ujarnya.

 

Salah seorang peserta lomba freestyle rap meramaikan gelaran East Side Gallery Meets di Wisma Jerman. (foto: hamidiah kurnia)

“Kami juga mau membangkitkan lagi era-era hip-hop, jadi melibatkan seniman di sini,” imbuhnya.

Salah satu pengunjung asal Surabaya, Wahyu HF turut mengungkapkan kekagumannya. Menurutnya acara tersebut, utamanya pameran, sangat unik dan menarik.

“Keren banget pamerannya, karya mas XGO ini terkonsep dengan baik dan rapi, karyanya tervisualisasi dengan baik disini,” tuturnya.

“Konsistensi mas XGO memang selalu bikin kagum. Lukisannya juga khas, tadi saya lihat ada yang lukisan daun bertuliskan kata ‘Wani’ khas arek Surabaya,” pungkasnya. (hk/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.