Idulfitri, Warga Manfaatkan Ruang Observasi

Yovie Wicaksono - 26 May 2020
Ruang Observasi Kecamatan Mojoroto. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Selama malam takbiran hingga Hari Raya Idulfitri, sejumlah gedung observasi yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan di Kota Kediri banyak didatangi warga dari berbagai daerah khususnya Jawa Timur.

Imbauan  pemerintah yang menyarankan agar warga tidak mudik selama lebaran ternyata tidak sepenuhnya ditaati oleh warga. Ruang observasi Kota Kediri mencatat adanya lonjakan warga yang datang dari kota-kota di Jawa Timur.

“Jumlah tertinggi pada malam Lebaran. Sampai 30 orang,” kata petugas Puskesmas Kota Wilayah Selatan yang berjaga di Ruang Observasi GNI, Vivit, Selasa (26/5/2020).

Ia mengatakan, rata-rata ruang observasi ini kedatangan kurang dari 20 orang per hari. Pada H-7 Idulfitri, jumlah mulai meningkat. Hingga puncaknya pada malam Idulfitri, Sabtu (24/5/2020).

Mereka rata-rata tinggal di ruang observasi antara 12-24 jam dan baru bisa melanjutkan perjalanan, menuju Kota Kediri. Hanya pada saat penuh, menjelang Idulfitri, beberapa warga tinggal selama 6 jam di ruang observasi. Sama dengan ruang observasi yang lain, warga ini datang dari kota-kota di dalam Provinsi Jawa Timur.

“Kami terus pantau kesehatannya. Mereka semua tidak menunjukkan tanda-tanda Covid-19 dan suhu pun normal. Maka kami izinkan pulang dengan membawa surat,” tambah Vivit.

Sementara itu, petugas dari Karang Taruna yang juga berjaga, Ridwan mengatakan, rata-rata mereka datang dari kota-kota sekitar Jawa Timur yaitu Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

“Mereka tidak mudik. Ya, memang rumahnya Kota Kediri. Ke kota-kota itu hanya berkunjung. Beberapa bekerja dan rutin datang ke ruang observasi,” kata Ridwan.

Ia mengatakan, ada tiga orang yang harus bekerja bolak-balik ke Surabaya sehingga setiap kali datang, mereka lapor ke ruang observasi.

Hingga kini, ruang observasi untuk Kecamatan Kota di Gedung GNI sudah mencatat sejumlah 283 warga yang melapor sejak dibuka. Mereka semua dalam kondisi sehat tanpa keluhan.

Sementara itu, ruang observasi untuk Kecamatan Mojoroto di GOR Joyoboyo mencatat sejumlah 462 warga yang melapor.

“Pada malam Lebaran paling tinggi. Jumlahnya sampai 70 orang,” kata petugas di Ruang Observasi GOR yang berasal dari staf Kecamatan Mojoroto, Eko Widodo.

Disamping  itu secara swadaya  warga juga ikut berperan serta aktif dalam melakukan pengawasan di wilayah RT masing-masing. Apabila ada warga yang datang dari luar kota dan belum melapor, maka RT/RW akan mengantar warga tersebut ke ruang observasi terdekat. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.