Hotman Paris Beri Pemahaman Santri Lirboyo Tentang Hukum Hoax

Yovie Wicaksono - 16 July 2019
Hotman Paris Hutapea, mengunjungi Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (16/7/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Artis sekaligus pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, mengunjungi Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (16/7/2019).

Kedatangan Hotman ke Pondok Pesantren Lirboyo ini untuk silaturahmi dengan pengasuh pondok sekaligus memberikan pemahaman kepada ratusan santri  tentang keterkaitan korelasi hukum pidana soal hoax, viral, and, busy dalam acara talkshow “Hotman Paris Showan Pesantren” di Aula Muktamar.

Turut serta sebagai panelis Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, dan artis pendamping Maruli Tampubolon. Dalam acara ini setiap panelis diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya di hadapan ratusan santri, pengasuh pondok dan tamu undangan lainnya terkait hoax, viral and busy.

Dalam menyampaikan pendapat, Hotman mengatakan, betapa pentingnya pengaruh opini publik bagi para penegak hukum, karena semua penegak hukum termasuk polisi juga mendengar berita yang tersebar.

Hotman melanjutkan, hoax adalah menyebarkan berita bohong yang dapat menimbulkan pertentangan. Seperti contohnya kasus Ratna Sarumpaet yang menyebarkan berita hoax telah dikeroyok oleh orang tidak dikenal yang bukan hanya menyasar soal hoax, namun ada hal pokok lain yang bisa menjadi ancaman pidana yaitu menyebarkan konten asusila seperti kasus yang sedang beredar saat ini dikenai 6 tahun pidana dan pencemaran nama baik dengan menyebarluaskan melalui media elektronik.

Ditemui usai acara, pengacara kondang ini mengatakan tujuannya datang ke Pondok Pesantren untuk menjalin persahabatan sekaligus memberikan motivasi kepada para pemuda agar bisa go internasional.

Ia menilai ribuan santri Pondok Pesantren Lirboyo memiliki potensi atau kemampuan mengelola  bisnis yang sangat bagus.

“Persahabatan saja, kasih motivasi kepada anak muda agar go internasional, itu aja. wah hebat 30 ribu murid memiliki potensi  bisnis yang sangat bagus,” ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Kediri juga menyampaikan pendapatnya bahwa di era teknologi informasi seperti saat ini, hoax memang tidak bisa dihindari. Namun, penyebaran hoax  tidak berdampak pada harmonisnya kehidupan di Kota Kediri. Acuan ini dapat dilihat dari suksesnya penyelenggaraan Pileg maupun Pilpres 2019 beberapa waktu lalu. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.