Hindarkan Mahasiswa dari Radikalisme, ITS Hadirkan Ali Fauzi dalam PSB

Yovie Wicaksono - 2 August 2022

SR, Surabaya – Institut Sepuluh Nopember (ITS) menggelar Pelatihan Spiritual dan Kebangsaan (PSB) untuk mahasiswa baru, Selasa (2/8/2022).

Acara tersebut diikuti oleh sekira 1300 peserta dengan latar belakang agama yang berbeda, dan menghadirkan Mantan Kepala Instruktur Perakitan Bom Jamaah Islamiyah, Ali Fauzi untuk memberi penguatan identitas agar tak mudah disusupi paham terorisme. 

“Hal ini penting untuk bisa memberi bekal ke mahasiswa agar mereka punya filter yang kuat karena kami paham betul di kampus umum seperti ITS juga tidak benar-benar bersih dari upaya radikalisme, disintegrasi bangsa,” kata Ketua Pelaksana PSB 2022, Arief Abdurrakhman.

Ali Fauzi, kata Arief sengaja dipilih karena merupakan tokoh yang perjuangannya luar biasa dari yang sebelumnya pelaku kini menjadi penyembuh.

“Apa yang disampaikan beliau sangat cocok dengan tujuan kami. Beliau representatif dan seorang tokoh yang cukup giat untuk melakukan moderasi beragama ke seluruh wilayah Indonesia termasuk di kampus,” ujarnya.

Hal ini, sesuai dengan tujuan pihaknya untuk menciptakan anak didik yang moderasi agamanya kuat sehingga jauh dari radikalisme. 

“Kami mengapresiasi apa yang disampaikan beliau, dan ini hanya awal, kami punya beberapa kegiatan 3 tahun kedepan di bidang kemahasiswaan. Mulai dari mentoring agama, dan beberapa asesmen lainnya,” ungkapnya.

Ali Fauzi selaku pembicara dalam kegiatan tersebut menjelaskan, jaringan terorisme saat ini makin mengkhawatirkan. Dimana pada tahun 2015 – 2022 lebih dari 3.000 orang terduga teroris telah ditangkap. Jumlah ini bahkan melebihi jumlah penangkapan pada periode 2002 – 2014 lalu. Untuk itu perlu melakukan penguatan sejak dini terhadap nilai-nilai kebangsaan.

“Fenomena terorisme yang sampai saat ini belum habis. Pesan saya, mereka mampu menolak dan menghindari ajaran tersebut,” ucap Ali Fauzi.

“Tadi lebih kepada faktor yang mendorong orang masuk ke jaringan teroris dan saya beri kiat-kiat ciri-ciri supaya mereka paham ciri teroris baik secara fisik maupun paham keagamaan,” tuturnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.