Harga Cabai Rawit di Jatim Mulai Turun

Yovie Wicaksono - 26 March 2021
Ilustrasi. Bulog Kediri membeli cabai langsung ke petani lokal untuk memenuhi ketersediaan cabai (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Surabaya – Memasuki akhir minggu ketiga Maret 2021 harga cabai rawit di berbagai pasar rakyat  Jawa Timur khususnya di Surabaya, cenderung mulai turun. 

Menurut data dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (siskaperbapo) Disperindag Jawa Timur, harga cabai rawit rata-rata Rp 105.000 per kilogram turun Rp 4.000 per kilogram dibandingkan minggu lalu Rp 105.000 per kilogram.

Sementara harga cabai merah besar keriting rata-rata Rp 47.000 per kilogram turun Rp 1000 per kilogram dari sebelumnya Rp 48.000 per kilogram  dan cabai merah besar biasa Rp 37.000 per kilogram turun Rp 3.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 40.000 per kilogram. 

Ketua Paguyuban Asosiasi Petani Cabe Indonesia Jawa Timur, Suyono mengatakan, harga cabai di sentra Pare Kediri dan sekitarnya mulai berangsur-angsur turun. 

Yono panggilan akrab Suyono, pernah mengasumsikan bahwa harga cabai akan turun menjelang akhir Maret 2021. Hal ini dikarenakan panen cabai khususnya cabai rawit diperkirakan akan terjadi pada bulan Maret hingga akhir Mei 2021. Panen cabai rawit terjadi di sentral produksi cabai di wilayah Kediri dan Mojokerto. Kemudian juga beberapa kabupaten lain seperti Blitar, Tuban, Malang, dan Probolinggo juga panen. 

Menurut data harga cabai di tingkat distributor di sentra cabai di sekitar Kepung Pare dan Plosoklaten Kediri pada Kamis (25/03/2021), fluktuatif turun dengan harga  bervariatif.

Untuk harga cabai rawit merah kecil varietas ori 212 dari Rp 93.000 per kilogram turun menjadi Rp 83.000 per kilogram, cabai rawit varietas prentul stroberi turun menjadi Rp 75.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 82.000 per kilogram, cabai rawit varietas asmoro turun dari Rp 80.000 per kilogram menjadi Rp 74.000 per kilogram lokal kediri turun dari Rp 90.000 per kilogram menjadi Rp 78.000 per kilogram sementara cabai rawit varietas bhaskara produksinya habis. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.