Gus Wahab Ajak Anak Muda Kendalikan Nafsu Melatih Pikiran Positif
SR, Surabaya – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur melalui sayap religiusnya, Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), menaruh perhatian besar terhadap kualitas ibadah generasi muda selama bulan suci Ramadan. Di sela-sela kegiatan pembagian 500 paket takjil dan tadarus Al-Qur’an di Aula Megawati, Ketua Bamusi Jatim KH. Abdul Wahab Yahya (Gus Wahab) memberikan pesan mendalam mengenai esensi puasa.
Gus Wahab menekankan bahwa puasa bukan sekadar memindahkan jam makan atau menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga terbenam matahari. Menurutnya, tantangan terbesar bagi anak muda saat ini adalah menjaga kesucian ibadah dari hal-hal yang dapat menggugurkan pahala puasa.
”Puasa ini adalah sarana bagi kita, terutama anak-anak muda, untuk belajar menahan hawa nafsu. Tujuannya agar pola pikir kita selalu positif. Jika nafsu tidak ditahan, kita hanya akan mendapatkan lapar dan haus saja, sementara pahalanya hilang,” ujar Gus Wahab.
Hindari Hal yang Merugikan Pahala
Ulama kharismatik asal Jombang ini juga memberikan imbauan khusus kepada generasi milenial dan Gen Z untuk menjauhi aktivitas yang rawan merusak kualitas puasa, seperti berpacaran atau menghabiskan waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.
“Manusia itu kalau tidak menahan hawa nafsunya, dia tidak akan pernah merasa cukup. Untuk anak-anak muda, di bulan puasa ini mari kita tahan diri dari hal-hal yang dilarang, termasuk berpacaran yang bisa menjurus pada kemaksiatan. Fokuslah pada peningkatan kapasitas diri dan ibadah,” tegasnya saat di wawancarai Super Radio.
Ia menambahkan bahwa dengan menahan nafsu, seseorang akan memiliki kepekaan sosial yang lebih tinggi. “Puasa mendidik kita untuk berkeadilan sosial, merasakan apa yang dirasakan rakyat kecil yang kekurangan, sehingga muncul semangat untuk berbagi,” imbuhnya. (js/red)
Tags: anak muda, Bamusi, gus wahab, pdip, ramadan, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





