Gereja Santo Vincentius Kemas Kisah Sengsara Yesus dengan  Realitas Masa Kini

Rudy Hartono - 3 April 2026
Pemeran sosok Yesus digantung di tiang salib salah satu adegan teatrikal Visualisasi Jalan Salib (VJS) di Gereja Katolik Paroki Santo Vincentius A Paulo Surabaya, Jumat (3/4/2026). (foto : hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Teatrikal Visualisasi Jalan Salib (VJS) di Gereja Katolik Paroki Santo Vincentius A Paulo Surabaya, Jumat (3/4/2026) berlangsung khidmat. Diikuti sekira 1000 umat, pertunjukan yang mengawali Jumat Agung tersebut berhasil menghadirkan pengalaman menarik.

Ketua Panitia, David Palmaven Taniya menyebut, lewat tema “Mengembangkan Paroki Melalui Lima Tugas Gereja” pihaknya memadukan tradisi religius dengan pendekatan teatrikal modern. Mengangkat kisah sengsara Yesus agar relevan dengan realitas saat ini.

Hal ini tampak dari tokoh Pilatus yang digambarkan sebagai jaksa atau hakim dimasa kini. Ada pula yang berperan sebagai rakyat. Dimana dalam naskah menyisipkan refleksi perilaku masyarakat di media sosial. Salah satunya, kebiasaan menghujat tanpa memikirkan dampaknya.

“Jadi kita bisa mendalami, kita bisa dewasa dalam peribadatan, dalam persekutuan, dalam kesaksian, pelayanan, bahkan juga pewartaan yang bisa kita hidupi, kita terapi di lingkungan kita masing-masing,” terangnya.

Pemeran sosok Yesus ditangkap dan dianiaya prajurit Romawi sebelum dibawa ke tiang gantungan dalam adegan teatrikal Visualisasi Jalan Salib (VJS) di Gereja Katolik Paroki Santo Vincentius A Paulo Surabaya, Jumat (3/4/2026). (foto : hamidiah kurnia/superradio.id)

Pertunjukan pun makin intens ketika teatrikal menuju altar gereja, membaur dengan para umat. Membuat masyarakat tak hanya jadi penonton, melainkan ikut merasakan tekanan yang dihadapi Yesus kala itu.

“Untuk peserta teatrikal ini sekitar 80-100 orang. Nah, ada yang berperan sebagai rakyat, sebagai kita umat-umat, ada yang berperan sebagai Yesus. Nah, di sinilah perbedaannya. Jadi, kita mengangkatnya  berdasarkan kehidupan realitas ini,” ujarnya saat ditemui usai pertunjukan.

Menyambung hal tersebut, Sutradara Visualisasi Jalan Salib (VJS), Regina Bella Halim menyebut, menjelaskan bahwa VJS dibagi dalam 14 pemberhentian dengan refleksi romo. Seluruhnya menggambarkan satu makna utuh yakni cinta kasih Tuhan.

Sosok Yesus diturunkan dari tiang gantungan salah satu adegan teatrikal Visualisasi Jalan Salib (VJS) di Gereja Katolik Paroki Santo Vincentius A Paulo Surabaya, Jumat (3/4/2026). (foto : hamidiah kurnia/superradio.id)

“Terus bagaimana kita yang terakhir tadi kita hanya menangis. Untuk apa kita menangis seperti wanita-wanita menangis? Gunanya apa? Apakah itu tangisan dari cinta kasih ataukah ada perubahan setelah itu? Gitu. Kita ingin menyampaikan cinta kasih Tuhan itu dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Suasana gereja pun dibuat se intens mungkin untuk menghadirkan pengalaman imersif kepada para umat yang hadir. Area dalam gereja dibuat gelap, dengan adegan yang dibuat slow motion, sound efek dan lantunan paduan suara yang menambah nyata teatrikal tersebut.

“Jadi umat juga ngerasa ikut tertekan sampai masuk di dalam ada adegan lambat di mana prajurit mencambuk dan umat bisa melihat secara langsung. Itu juga suatu pengalaman imersif saya harap ya,” tuturnya.

Jemaat tak kuasa menahan haru dan air mata menyaksikan teatrikal Visualisasi Jalan Salib (VJS) di Gereja Katolik Paroki Santo Vincentius A Paulo Surabaya, Jumat (3/4/2026). (foto : hamidiah kurnia/superradio.id)

Hal ini pun sukses mengundang takjub jemaat. Salah satunya Tamara (15) yang ikut terharu menyaksikan perjuangan Yesus demi menghapus dosa umatnya. “Tadi saya sempat terharu apalagi pas penyaliban. Saya merasa kok se intens itu terus demi menghilangkan dosa-dosa kita,” sebutnya.

Setelah menyaksikan teatrikal, ia pun makin sadar untuk lebih taat lagi beribadah di gereja dan berada di jalan kristus.

“Harapan nya saya bisa lebih bertobat pada diri saya dan lebih berkumpul bersama teman teman di gereja sini, saya lihat ternyata mereka keren,” pungkasnya. (hk/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.