Gen Z Surabaya Berharap Rusunami Tak Jatuh ke Tangan Calo
SR, Surabaya – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk membangun Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) khusus Gen Z dengan harga di bawah Rp 500 juta di Tambak Wedi dan Rungkut memicu reaksi beragam dari anak muda.
Meski menjadi solusi atas mahalnya properti, rencana tersebut turut memicu kekhawatiran. Mulai dari soal keamanan, ketepatan sasaran penghuni dan ancaman praktik calo yang merajalela.
Salah satunya disampaikan Emandri Bumi Judi (28). Seorang karyawan swasta yang saat ini tinggal di Gayungan Surabaya. Menurutnya secara ide, rencana pembangunan Rusunami memang membawa angin segar bagi Gen-Z dengan gaji UMR untuk memiliki rumah.
Namun, perlu diperhatikan juga ketetapatan sasarannya. Tak jarang hal ini justru dimanfaatkan oknum tidak bertanggungjawab (calo) untuk menjual hunian ke orang yang tidak memenuhi kriteria.
“Idenya bagus kalau misalnya tepat sasaran. Nah, yang ditakutkan ada calo-calo kayak gitu. Misal jual unit, eh ternyata bukan ditempati oleh anak-anak Gen Z, tapi ada orang-orang yang sudah tua (mampu) dan lain-lain,” ujarnya saat ditemui Jumat (3/4/2026).
Penting Keamanan Lingkungan
Selain calo, menurutnya yang tak kalah penting adalah soal keamanan. Terlebih rencana pembangunan dilakukan di kawasan Tambak Wedi yang rawan kriminalitas.
Seperti diketahui, berdasarkan data Polres Tanjung Perak terdapat 304 kasus narkotika yang ditangani sepanjang 2025. Dan pada Maret 2026 kepolisian kembali melakukan penangkapan di Tambak Wedi dengan penyitaan barang bukti 20 gram sabu.
Selain itu, Tambak Wedi sering tercatat dalam laporan operasi kepolisian sebagai lokasi penangkapan atau area operasional pelaku curanmor karena pemukimannya yang padat.
Dalam operasi yang mencakup wilayah Kenjeran dan sekitarnya, polisi berhasil mengungkap 46 kasus dan mengamankan 45 tersangka dalam kurun waktu dua pekan pada akhir 2025. Kasus yang menonjol meliputi pencurian dengan pemberatan (curat) dan kepemilikan senjata tajam.
“Misalnya ide ini benar-benar pengen direalisasikan, keamanan di wilayah tersebut mungkin perlu diperbaiki dulu, ditingkatkan baru kemudian ide ini bisa bisa dijalankan kurang lebih,” sebutnya.
Butuh Lapangan Kerja
Namun pandangan berbeda datang dari Michelle Lidya Wibisono (17). Warga Wonokromo yang saat ini menjadi siswi di salah satu SMA Swasta Surabaya. Menurutnya selain tempat tinggal, anak muda lebih membutuhkan lapangan pekerjaan.
Sebagai anak muda yang sebentar lagi lulus, Michelle mengaku khawatir atas nasibnya ke depan. Terlebih melihat jumlah lapangan pekerjaan yang tak sebanding dengan jumlah pelamar, yang membuat persaingan di dunia kerja makin ketat.
“Menurutku yang paling dibutuhin sama Gen-Z sekarang itu lapangan kerja, Kak. Karena aku pribadi merasa kalau lapangan kerja itu susah,” tuturnya.
Untuk itu ia berharap Pemkot juga memerhatikan sektor tersebut, agar nasib anak muda di Surabaya bisa terasah dan terjamin. “Banyak banget lulusan yang sekarang tuh nganggur, jadi mungkin lebih ke lapangan pekerjaan terus mungkin rusun buat Gen-Z. Tadi aku setuju banget sih, semoga direalisasikan,” ungkapnya.
Sementara itu, disisi lain Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa ada persyaratan wajib yang akan diberlakukan. Calon pembeli harus merupakan warga Surabaya, termasuk kategori Gen Z, dan berasal dari keluarga miskin atau kurang mampu.
“Harganya di bawah Rp 500 juta, ada yang Rp 100 juta, Rp 200 juta, ini masih kita hitung. Kalau diperlukan, kita gunakan aset pemerintah kota untuk rumah tinggal warga Surabaya yang baru menikah,” tegas Eri, Rabu (1/4/2026).
Eri mengatakan, setiap unit rusunami tersebut akan memiliki dua kamar. Sehingga, para Gen- Z tidak lagi khawatir ketika sudah punya anak. Rusunami juga rencananya dilengkapi oleh lift. Dengan demikian, fasilitas tersebut bisa membuat bangunannya seperti apartemen.
“Rusunami ini bukan yang punya satu kamar, tapi unitnya ada dua kamar. Sehingga mereka bisa tinggal di situ ketika menikah dan punya anak, unitnya minimal dua kamar,” pungkasnya. (hk/red)
Tags: Gen z, lapangan kerja, rusunami, superradio.id, surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





