Gelar Pameran Fotografi Internasional, IFI Tampilkan Sisi Lain Bromo

Yovie Wicaksono - 11 November 2023
Pameran seni bertajuk “We Come Seeking in The Burning Summer” di Rumah Budaya Malik Ibrahim, Sidoarjo Foto : (Super Radio/Hamidiah Kurnia)

SR, Surabaya – Institut Francais Indonesia (IFI) Surabaya bersama Wisma Jerman dan Biennale Jatim menggelar pameran seni bertajuk “We Come Seeking in The Burning Summer” di Rumah Budaya Malik Ibrahim, Sidoarjo, Sabtu (11/11/2023).

Acara yang berlangsung pada 11-21 November ini, akan diwarnai banyak kegiatan, mulai dari pameran hingga diskusi terkait komunitas dan fotografi untuk masyarakat.

Direktur IFI Surabaya Sandra Vivier mengatakan, sekira 12 fotografer muda dari Indonesia, Jerman, dan Prancis terlibat dalam pameran ini. Kehidupan warga Tengger Bromo pun tergambar jelas dalam tiap potret yang ditampilkan.

“Pameran ini juga jadi salah satu program dari proyek sebelumnya. Kami juga ingin memberi platform ke peserta yang sebelumnya ikut workshop, dan karya yang lolos residensi seleksi, dipamerkan disini,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan, Bromo dipilih sebab memiliki keindahan dan sisi unik yang perlu disebarkan lebih luas agar dikenal hingga mancanegara.

Ia pun berharap, kegiatan ini terus berlangsung bahkan hingga ke luar negeri, dan melibatkan lebih banyak anak muda berbakat dari pelosok tanah air.

“Tujuan kegiatan ini ingin menggali lebih dalam tentang hal yang mungkin kita belum kenal dari Bromo. Dengan tema youth, teritory, identity, kami ingin menyampaikan bagaimana pemuda dapat menggambarkan dan ikut andil mengenal budaya lokal,” ucapnya.

Selaras dengan hal tersebut, Direktur Program Biennale Jatim Syska La Veggie menjelaskan, pameran yang menjadi bagian dari gelaran seni akbar Biennale Jatim tersebut merupakan bagian project edukasi pada kaum muda terkait fotografi dan media baru.

Pihaknya juga telah menyusun kegiatan lanjutan, menampilkan keragaman budaya dari pesisir, urban, dan pegunungan, yang puncaknya digelar pada 9 Desember 2023 mendatang.

“Ini adalah rangkaian yang nanti puncak acaranya di 9 Desember sampai 7 Januari 2024 di beberapa tempat. Ada tiga kurator yang membawahi tiga wilayah, yaitu, pesisiran, urban, dan pegunungan, jadi karyanya juga akan mencoba menerjemahkan tema tadi,” pungkasnya. (hk/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.