Gelar Kirab 1000 Tumpeng, Yayasan Nusantara Kita Bangkitkan Semangat Kebudayaan

Yovie Wicaksono - 28 August 2022
Kirab 1000 Tumpeng di Dusun Biting, Kecamatan Trawas, Mojokerto, Minggu (29/8/2022). Foto : (Super Radio)

SR, Mojokerto –  Yayasan Nusantara Kita menyelenggarakan Kirab 1000 Tumpeng Nusantara dan Pagelaran Wayang Kulit di Dusun Biting, Kecamatan Trawas, Mojokerto, Minggu (29/8/2022).

Dalam acara tersebut, turut hadir perwakilan Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Serta Pariwisata (Disbudporapar) Mojokerto, dan Boki Ratu Nita Budi Susanti kasultanan Ternate.

Ketua Yayasan Nusantara Kita, Ida Widyastuti mengungkapkan, acara tersebut sengaja digelar sebagai tanda syukur atas nikmat alam yang diberikan sekaligus menutup habisnya bulan Suro. “Ini menandai bahwa kami sangat mencintai negara ini sebagai tanda memperingati hari kemerdekaan yang jatuh 17 Agustus,” ujarnya.

Menurutnya, bulan Agustus merupakan momen yang pas untuk kembali mensyukuri apa yang diberikan oleh leluhur, terutama terhadap kemerdekaan yang berhasil direbut dari para penjajah.

“Jadi kita berdoa dari tanah leluhur untuk  kebaikan semua pihak terutama untuk bangsa Indonesia terutama ini masih di Agustus yang menjadi momen sakral untuk rakyat,” tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini, diwarnai dengan banyak rangkaian. Di awal acara dibuka dengan kirab bendera merah putih sepanjang 100 meter yang diikuti kirab tumpeng, lalu berlanjut ke ruwatan nagari yakni penyatuan air dari berbagai daerah di Jolotundo, dan diakhiri dengan pagelaran wayang.

“Kita akan mengadakan ruwatan di atas dengan penyatuan berbagai air dari segala sumber dari Nusantara, dari tanah Pasundan, Banten, Jakarta, Jateng, pantai selatan, Jatim, Papua, Bangka Sulawesi, Sumatera, Bali,” ungkapnya.

Meski baru pertama digelar, acara tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Terlihat ada 20 RT yang menjadi peserta dan memenuhi jalan di sana.

“Saya berharap kedepan makin banyak masyarakat yang peduli dengan adat budaya nusantara. Mau beragama apapun di luar sana tetap kita harus punya jati diri bangsa, bahwa Jatim diri tercermin dari adat istiadat dan budaya lokal,” jelasnya.

Boki Ratu Nita Budi Susanti dari Kasultanan turut mengapresiasi acara tersebut. Ia mengaku kagum dan bangga atas keguyuban masyarakat yang masih cinta dengan budaya lokal.

“Bahwa Indonesia sampai kapanpun tidak melupakan budayanya. Saya rasanya melihat acara ini bangga menjadi orang Indonesia dan dengan banyaknya budaya yang ada,” jelasnya.

Bahkan, ia rela jauh-jauh datang untuk merasakan indahnya ragam tradisi Nusantara. “Dan dari banyak kegiatan yang saya jalani, saya memilih di sini karena merasa di sinilah ada sesuatu nilai keluhuran Budi, ada sebuah cita-cita dari bangsa dan negara ini yang akan dimulai dari Desa Trawas dan Jolotundo di Mojokerto ini,” ucapnya. (hk/red).

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.