Fraksi PDI Perjuangan Desak Dinkes Jatim Siagakan Nakes di Jalur Mudik Lebaran
SR, Surabaya – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menyoroti kesiapan layanan kesehatan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur diminta menyiagakan tenaga medis di berbagai titik strategis guna mengantisipasi kondisi darurat kesehatan yang dialami pemudik.
Anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim, Hari Yulianto, mengatakan langkah tersebut penting mengingat Jawa Timur diproyeksikan menjadi salah satu tujuan utama mudik nasional. Pergerakan pemudik yang menuju wilayah ini diperkirakan mencapai 24,90 juta orang atau sekitar 17,3 persen dari total pemudik di seluruh Indonesia.
Menurut Hari, kesiapan tenaga medis tidak boleh hanya terpusat di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. Dokter dan perawat, kata dia, juga perlu disiagakan langsung di jalur-jalur utama yang dilalui pemudik.
“Kami meminta Dinas Kesehatan menyiapkan dokter dan perawat yang siaga selama arus mudik dan balik Lebaran. Ini penting agar masyarakat yang melakukan perjalanan jauh tetap mendapatkan pelayanan kesehatan dengan cepat,” ujar Hari saat ditemui di Surabaya, Selasa (10/3/2026).
Anggota Komisi E DPRD Jatim itu menambahkan, posko kesehatan perlu disiapkan di sejumlah titik strategis, seperti jalur utama mudik, terminal, stasiun, pelabuhan, hingga rest area di sepanjang ruas tol.
Keberadaan tenaga kesehatan di lokasi tersebut dinilai penting untuk menangani berbagai potensi gangguan kesehatan selama perjalanan, mulai dari kelelahan hingga kecelakaan lalu lintas.
Selain kesiapan sumber daya manusia, Fraksi PDIP juga mendorong penguatan fasilitas pendukung di setiap posko layanan kesehatan. Menurut Hari, kecepatan respons dalam penanganan medis menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko fatalitas selama masa mudik.
“Pelayanan kesehatan harus benar-benar siap, terutama di titik-titik yang menjadi jalur padat pemudik. Jangan sampai ketika terjadi kondisi darurat justru tenaga medis tidak tersedia,” ujarnya.
Fraksi PDI Perjuangan juga berharap adanya koordinasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan, manajemen rumah sakit daerah, serta instansi terkait lainnya. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah memetakan potensi lonjakan pemudik pada Lebaran tahun ini. Dengan estimasi 24,90 juta orang yang diprediksi menuju wilayah Jawa Timur, provinsi ini menjadi salah satu daerah dengan mobilitas pemudik tertinggi di Pulau Jawa. Karena itu, mitigasi risiko kesehatan dinilai perlu menjadi bagian penting dalam skema pengamanan Lebaran 2026. (*/red)
Tags: Dprd jatim, fraksi PDIP, jalur mudik, superradio.id, Tenaga medis
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





