DPRD Jatim Dorong Percepat Pendistribusian Vaksin PMK 

Yovie Wicaksono - 18 June 2022
Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana saat Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Sabtu (18/6/2022). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana mendesak Pemprov Jatim sekaligus kepala daerah agar menjadikan kasus wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) skala prioritas penanganan, seperti halnya Covid-19. 

Menurutnya, wabah PMK yang terjadi di Jawa Timur saat ini menjadi sorotan peristiwa nasional. Karena itu, ia berharap kepala daerah di Jawa Timur segera mengambil langkah strategis untuk mengatasi wabah PMK. 

“Hampir semua kota maupun kabupaten terkena imbas PMK. Dan hampir semua pasar hewan ditutup. Agar kasus PMK juga menjadi prioritas utama seperti halnya penanganan pandemi Covid-19, dengan mempercepat pengadaan vaksin,” ujarnya usai mengikuti Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Sabtu (18/6/2022).

Lebih lanjut, perempuan yang akrab disapa Renny Pramana ini berharap, dengan datangnya vaksin PMK beberapa waktu lalu, persoalan  ini segera bisa teratasi. Oleh karena itu ia meminta pendistribusian vaksin PMK bisa dipercepat agar segera sampai di Jawa Timur. 

“Ini kan baru ya, jadi mudah-mudahan distribusinya bisa cepat dan sampai di Jawa Timur,” ujar legislator asal Fraksi PDI Perjuangan ini.

Dengan adanya ketersedian vaksin, ia berharap penyebaran virus PMK dapat ditanggulangi, seperti halnya Covid-19. “Sebagai contoh dan bukti jika vaksin Covid -19 berhasil diterapkan di Indonesia dan menjadi acuan negara lain. Mudah mudahan untuk PMK juga demikian,” harapannya.

Seperti diketahui, sejumlah kepala daerah sudah mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi persoalan penyebaran virus PMK di wilayahnya . Salah satu upaya yang sudah dilakukan diantaranya melakukan penutupan akses transaksi jual beli di pasar hewan serta perketat pengawasan lalu lintas hewan ternak di daerahnya masing-masing. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.