Komisi B DPRD Jatim Dorong BPCB Lakukan Digitalisasi Situs Majapahit

Yovie Wicaksono - 25 August 2020
Komisi B DPRD Jatim melakukan kunjungan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di Trowulan Mojokerto pada Senin (24/8/2020). Foto : (JNR)

SR, Mojokerto – Komisi B DPRD Jatim melakukan kunjungan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di Trowulan Mojokerto pada Senin (24/8/2020), dalam rangka menyerap aspirasi terkait perkembangan situs purbakala dan kunjungan wisata di tengah pandemi Covid-19.

Hadir dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim H Mahdi, bersama beberapa anggota Komisi B antara lain S.W Nugroho, Agatha Retnosari, Erma Susanti dan Go Tjong Ping (PDI Perjuangan), Ahmad Athoillah, Ufiq Zuroida, Chusainuddin (PKB) dan Subianto (Partai Demokrat) yang diterima langsung oleh Kepala Bagian BPCB Jatim, Kuswanto.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi B DPRD Jatim memiliki gagasan untuk melakukan digitalisasi seluruh situs yang berkaitan dengan kerajaan-kerajaan di Jawa Timur terutama Kerajaan Majapahit. 

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim H Mahdi mengatakan, perlu ada upaya membangkitkan kecintaan para generasi muda terhadap budaya dan sejarah kerajaan yang ada di Jawa Timur ini. Selain banyak sekali peninggalan yang bernilai sejarah, juga dapat menggairahkan lagi sektor sektor pariwisata pendidikan yang nantinya bermuara pada potensi ekonomi dan UMKM. 

“Di masa Covid-19 ini, masyarakat khususnya generasi muda bisa diarahkan untuk mengenali kebesaran sejarah kerajaan seperti Majapahit melalui internet, melalui konten dan literasi yang familiar dengan generasi muda saat ini,” ujarnya, Senin (24/8/2020). 

Anggota Komisi B lainnya, S.W Nugroho mengusulkan adanya digitalisasi seluruh situs kerajaan majapahit yang tersebar di 38 kabupaten/kota Jawa Timur. Sehingga menjadi semacam museum digital yang bisa diakses di website maupun aplikasi khusus, seperti yang sudah dilakukan sejumlah museum di luar negeri. 

“Misalnya sebuah patung, nanti akan ditampilkan lokasi, foto dari berbagai posisi, lalu dilengkapi ukuran panjang lebar dan sekilas penjelasannya di sebuah sarana digital, sehingga publik mudah mendapat informasi detail tentang situs Majapahit,” ujar Nugroho. 

Hal ini dirasa perlu dilakukan karena saat ini sudah menjadi era yang serba digital. Selain bisa memudahkan publik mengakses informasi, sarana digital ini juga berguna untuk database. 

“Misalnya ada data digital tentang candi, nah ketika terjadi gempa maka tidak kesulitan untuk mengembalikan seperti aslinya jika terjadi kerusakan,”  ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Kepala Bagian BPCB Jatim, Kuswanto mengaku setuju dengan gagasan yang disampaikan oleh Komisi B DPRD Jatim terkait adanya digitalisasi situs.

“Kami setuju adanya digitalisasi situs seperti yang dilakukan di museum luar negeri, selama ini untuk pengenalan sejarah kepada generasi muda dilakukan secara online dan offline seperti mendatangi sekolah-sekolah,” ujar Kuswanto.

Sementara itu, anggota Komisi B Agatha Retnosari, mengharapkan kegiatan-kegiatan yang biasa digelar BPCB segera dikaji matang ketika akan dibuka kembali di era new normal nanti. Misalnya dengan izin yang lengkap oleh gugus tugas covid setempat maupun penerapan protokol kesehatan. 

“Misalnya kegiatan 1 Suro kemarin, Syukurlah Suroan tetap ada di Candi Brahu tapi digelar dengan menggunakan izin gugus tugas dan protokol Covid-19,” ujar Agatha setelah bertemu dengan pimpinan BPCB Jatim di Trowulan, Senin (24/8/2020).

Untuk itu, segala aktivitas budaya BPCB maupun Dinas Kebudayaan Pariwisata perlu mempertimbangkan bersama-sama tokoh budaya hingga seniman. Kegiatan mana yang memungkinkan untuk digelar dan mana yang sementara tidak bisa digelar.  

“Ini untuk tetap menjaga keberlangsungan budaya-budaya Jawa Timur, dan menyesuaikan diri dengan rencana dibukanya kembali tempat-tempat wisata di Jatim di era new normal nanti,” katanya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.