Dinkes Kediri Temukan 200 Lebih HIV Setiap Tahun
SR, Kediri – Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menemukan sebanyak 200 lebih kasus HIV baru setiap tahun, namun jumlah tersebut tidak seluruhnya merupakan warga Kabupaten Kediri. Data tersebut didapatkan dari seluruh fasilitas kesehatan (faskes) yang ada dibawah Dinas Kesehatan.
dr Bambang Triyono Putro Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Selasa (10/6/2025) menyampaikan masyarakat yang melakukan pemeriksaan HIV memiliki mobilitas tinggi, sehingga temuan kasus HIV baru sebagian dari warga luar Kabupaten Kediri.
โYang periksa kan biasanya mobilitasnya tinggi sehingga bisa jadi sebagian adalah dari luar Kediri. Tapi masalah dia mau akses pengobatan, silahkan bisa dimana saja . Karena biasanya beda dengan pengakit TBC untuk pengobatan dia nyari yang dekat, kalau HIV nyari yang jauh karena stigma dan diskriminasi atau cap buruk masih ada di pasien HIV,โ ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat selalu waspada karena HIV berbeda dengan penyakit menular lainnya. Dalam melakukan edukasi ke masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri selalu menekankan tentang kewaspadaan universal, termasuk tenaga kesehatan yang melakukan kontak langsung dengan pasien HIV. Misalnya nakes dapat tertular dengan cara tidak sengaja tertusuk jarum suntik dari pasien HIV.
Bambang mengungkapkan pasien HIV yang saat ini melakukan pengobatan secara aktif dengan pengambilan obat sekitar 500 orang, padahal dalam satu tahun rata-rata terdapat penambahan sekitar 200 kasus HIV baru. Hal ini disebabkan sebagian pasien positif HIV memiliki mobilitas yang tinggi serta bukan merupakan warga dengan KTP Kabupaten Kediri.
Sementara Kozin dari Yayasan Redline Indonesia, LSM penjangkau HIV di Kediri Raya, mengatakan kasus HIV merupakan fenomena gunung es, yang terlihat di atas permukaan lebih sedikit namun dimungkinkan kasus yang dibawah permukaan atau yang belum ditemukan dengan jumlah yang lebih besar.
โKemungkinan masih akan banyak ditemukan, tapi poinnya bukan kasus HIV tinggi ini menjadi rapot buruk bagi suatu wilayah. Kalau di kami tidak ada masalah ketika HIV itu terus meningkat asalkan memang kemudian setelah ditemukan itu dia mengikutin alur pengobatan yaitu akses ARV rutin dan tidak menularkan ke orang lain,โ ucapnya. (*/rri/red)
Tags: Dinkes, fenomena gunung es, hiv, kediri, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





